Cawang Macet Parah, SPG Bikin Jalan Tembus Dewi Sartika-MT Haryono

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah tengah mengembangkan banyak proyek infrastruktur jalan maupun transportasi untuk memperlancar arus lalu lintas. Salah satu spot yang ramai dengan pembangunan infrastruktur itu adalah koridor Mampang, Pancoran, hingga MT Haryono (Cawang). Di koridor ini tengah dibangun serentak proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT), underpass Mampang-Kuningan, dan flyover Pancoran yang berdampak pada kemacetan lalu lintas yang parah.

Jalan alternatif yang dibangun Pikko Group dari Jl Dewi Sartika melalui areal Signature Park Grande menuju Jl MT Haryono (kanan).

Jalan alternatif yang dibangun Pikko Group dari Jl Dewi Sartika melalui areal Signature Park Grande menuju Jl MT Haryono (kanan).

Berkaitan dengan itu, Pikko Group, pengembang apartemen Signature Park Grande (SPG) di Jl MT Haryono, Cawang, membuat alternatif akses jalan dari ruas Jl Dewi Sartika ke Jl MT Haryono melalui areal SPG. SPG sendiri lokasinya berada di sudut (hoek) pertemuan Jalan MT Haryono dengan Jalan Dewi Sartika. Jalan alternatif dari Dewi Sartika ini akan memudahkan penghuni sehingga tidak perlu terkena macet di MT Haryono.

“Kendala macet di koridor ini dampak sementara dari pembangunan proyek infrastruktur yang dilakukan secara serentak. Melihat kondisi ini kami mengambil inisiatif membuat alternatif akses melalui Jalan Dewi Sartika sehingga memudahkan akses in-out (ked an dari apartemen) dan menghindari penumpukan kendaraan di MT Haryono menuju persimpangan Otista, Tebet, Pramuka, dan lain-lain,” kata Sicilia Alexander, Direktur Marketing Pikko Group, melalui siaran pers yang diterima housing-estate.com, Kamis (7/12).

Ke depan Sicilia menyebut kawasan SPG akan sangat luar biasa karena menjadi junction Jakarta untuk arus kendaraan dari Bekasi, Cibubur, dan Bogor. Posisi SPG menjadi titik temu kendaraan dari Jabodetabek dan karena itu huniannya merupakan penjelmaan dari konsep transit oriented development (TOD) yang terintegrasi dengan jalur transportasi massal yang melaluinya (LRT dan busway). Itu belum menyebut tol dalam kota yang terkoneksi dengan semua jalan tol di megapolitan Jabodetabek.

“Kawasan ini akan memiliki rute terbanyak yang melintasi seluruh Jakarta dan sekitarnya sehingga mobilitas penghuni apartemen sangat ekonomis,” jelasnya.

SPG dikembangkan di atas lahan 4,3 ha mencakup dua tower apartemen sebanyak 2.600 unit, The Light (19 lantai) dan Green Signature (20 lantai), yang telah mulai dihuni. Tipe unitnya 1-3 kamar seharga Rp900 jutaan-Rp1,6 miliar. Ada juga menara perkantoran berukuran 70-90 m2 yang dipasarkan seharga Rp3,3-6,7 miliar/unit.

Saat ini SPG menawarkan pembelian unit dengan bunga KPA hanya 4,1 persen per tahun selama beberapa tahun pertama dan uang muka hanya 10 persen yang bisa dicicil mulai dari Rp6 jutaan/bulan. Unit apartemen dan perkantoran yang dibeli juga sudah berperabot (full furnished) dan dilengkapi manajemen rental profesional untuk penyewaan dan bisnis.

housing-estate.com