Keith: Yang Lain Banting Harga, Kita Malah Naikin

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Bisnis properti yang tidak menentu 3 – 4 tahun belakangan membuat sebagian pengembang ekstra kreatif mengemas produk. Apalagi, pasar juga berubah. Konsumen terbesar sekarang adalah mereka yang membeli properti untuk dipakai sendiri (end user), sedangkan kolektor dan investor jauh berkurang.

Keith Steven Muljadi (nomor dua dari kiri). (Foto: Yudiasis Iskandxar/HousingEstate).

Keith Steven Muljadi (nomor dua dari kiri). (Foto: Yudiasis Iskandxar/HousingEstate).

 

Karena itu banyak pengembang yang men-downsize (mengurangi) luas, spek material dan fasilitas produknya supaya harganya lebih terjangkau. Bahkan, sebagian pengembang banting-bantingan harga agar produknya laku.

“Ini terjadi sejak dua tahun belakangan. Harga apartemen dari Rp11 juta per meter (m2) diturunkan jadi Rp9 juta. Bahkan, Meikarta (kota baru selus 500 ha dari Lippo Group di Cikarang, Bekasi-Jawa Barat, Red) masuk dengan harga Rp6 juta per m2. Ini tidak kita lakukan, sebaliknya apartemen yang kita pasarkan tetap naik harganya. Saffron misalnya, dari Rp15 juta saat ditawarkan April 2016, sekarang sudah Rp20 juta per m2,” kata Keith Steven Muljadi, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk, pengembang kota baru Sentul City (3.100 ha) di Sentul Selatan, Bogor-Jawa Barat, saat public expose Sentul City, Kamis (7/12/2017).

Selain perumahan tapak, di kota baru di di jalur tol Jagorawi dan Bogor outer ring road (BORR) itu juga banyak dikembangkan apartemen selain fasilitas bisnis, komersial, rekreasi, kuliner, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

Ia menjelaskan, dua hal perlu diperhatikan dalam penetuan harga. Yaitu, price sensitive dan value sensitive. Banting harga bisa membuat pasar bingung dan sangat mungkin pada satu titik penjualan justru akan kembali berat untuk periode berikutnya. Di sisi lain ada segmen pasar yang menilai sesuatu dari apa yang akan dia dapatkan, bukan harganya. Di sinilah perbedaan price dengan value sensitive.

Keith menyebutkan, Sentul City tetap konsisten dengan price strategy-nya, dan tebukti penyerapan produknya lebih baik terutama dalam enam bulan terkahir. Dengan target segmen middle to high, pasar melihat konsistensi pengembang seiring progres pengembangan proyek dan produknya, sehingga konsumen melihat prospek kawasan sebagai nilai plus.

“Jadi kita tetap dengan segmen yang kita sasar dan itu terbukti pada sales performance yang tetap baik. Di sisi lain produk yang harganya banting-bantingan juga tetap bagus (dampaknya) terhadap pasar di sini, karena kita juga mengembangkan CBD (distrik pusat bisnis), area komersial, lifestyle dan lain-lain yang kesemua itu nanti akan lari dan menjadi pasar di Sentul City,” jelasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me