The Conexio yang Terintegrasi LRT Terpesan 700 Unit

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Seperti induknya PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang membangun proyek light rail transit (LRT) dan hunian terintegrasi transportasi massal (LRT) atau transit oriented development LRT City, PT Adhi Persada Properti (APP) juga ikut mengembangkan proyek hunian yang bersisian dengan stasiun LRT. APP mengembangkan The Conexio yang berada di sisi stasiun LRT Cikunir, Jalan Suluki Cempaka, Jatibening, Bekasi (Jawa Barat).

the-conexio

Sejak tiga bulan lalu APP mulai menawarkan nomor urut pemesanan (NUP) untuk proyek ini. Menurut Project Manager Properti LRT Superblok The Conexio Wahyu Widodo, respon masyarakat sangat baik karena NUP yang sudah terpesan mencapai 700 unit dari total 644 unit yang ditawarkan di menara pertama.

Tower pertama ini tingginya 24 lantai atau 27 unit per lantai. Pengalaman kami biasanya dari NUP hingga terjadi transaksi mencapai 60 persen. Makanya kami sangat optimistis dengan proyek ini karena konsep TOD memang sudah ditunggu oleh masyarakat. Targetnya bulan depan atau awal tahun 2018 proyek mulai dibangun (ground breaking),” jelasnya saat pemilihan unit The Conexio di Jakarta, Minggu (10/12).

The Conexio dibangun di atas lahan seluas 3,1 ha yang akan terdiri dari lima tower apartemen (tiga ribuan unit) dan lifestyle mall seluas 3.000 m2, yang akan dibangun dalam lima tahun. Proyek ini bakal mengusung desain interior yang sangat dinamis untuk mengakomodasi gaya hidup kaum urban pekerja. Desainnya akan sangat clean dengan flow yang cair dan tidak kaku seperti model apartemen lama.

Dilengkapi juga dengan sistem smart home yang bisa diatur sesuai kebutuhan penghuni. Misalnya, untuk mengatur perangkat elektronik di dalam unit melalui smartphone atau memantau unit dari mana saja. Konsep green diterapkan dengan mendaur ulang air untuk flushing toilet dan penyiraman tanaman dan memanfaatkan panas AC untuk pemanas air (water heather).

Happy Murdianto, GM Corporate Sales & Marketing APP menambahkan, saat ini konsep proyek terintegrasi transportasi massal tengah menjadi tren baru khususnya di wilayah Jabodetabek. Dengan konsep TOD, segmen pasar yang disasar juga menjadi lebih luas karena aksesibilitas yang lebih mudah dengan adanya moda LRT.

“Soal LRT kita terlambat dibandingkan kota-kota seperti Singapura dan Hongkong. Dengan hunian yang terintegrasi transportasi massal seperti ini, aksesibilitas menjadi lebih mudah. Ke Cawang hanya 15 menit, ke Sudirman 35 menit. Tower pertama ini akan selesai bersamaan dengan operasional LRT tahun 2019,” katanya.

Total investasi untuk proyek ini akan mencapai Rp2 triliun. Tipe yang ditawarkan mulai dari studio 24 m2, dua kamar tidur (KT) 35 m2, dan 3KT 70 m2 seharga Rp420 juta-1 miliaran per unit atau Rp17,5 juta/m2 tunai. Lokasi proyek hanya 100 m dari exit tol Jatibening di tol Jakarta-Cikampek, 500 meter dari tol Becakayu, dan satu kilometer dari tol JORR.

housing-estate.com