Geliat Bisnis Apartemen di Bogor, Investasi atau Enduser (2)?

Big Banner

Walikota Bogor, Bima Arya mengatakan, untuk wilayah permukiman yang dikombinasikan dengan perdagangan dan jasa atau mixed use development, Pemkot Bogor mengarahkanya ke wilayah utara kota. “Persebaran aktivitas ekonomi dimungkinkan tersebar ke utara, sekaligus juga untuk mengurai kemacetan,” ujarnya.

Saat ini, wilayah utara Bogor, sedang dikembangkan mixed use yang dikembangkan Olympic Group dan Hutama Karya Realtindo. Proyek ini mencakup kawasan industri, apartemen Olympic Residence, dan hotel. Selain itu ada juga Gardenia Apartemen yang dibesut Takke Group sebanyak 2 menara dengan 1.539 unit serta el Centro 2 tower setinggi 30 lantai yang merangkum 1132 unit besutan PT Pilar Artha Mandiri.

Sementara itu, ada tiga apartemen yang dibangun dalam wilayah Bogor Nirwana Residence (BNR) mulai dari J-Sky, Le Montana, dan Bogorienze. Meski berada di kawasan hunian dan tempat wisata BNR, namun peruntungan tak berpihak pada J-Sky. Apartemen yang sudah dibangun sejak rancangan perdana (ground breaking) 1 Juni 2013 kini mangkrak untuk kedua kalinya setelah sempat terhenti 2 tahun dan sempat diteruskan akhir tahun 2016 pasca diambil alih oleh PT Graha Andrasenta Propertindo Tbk. Namun, sejak pertengahan tahun 2017 proyek pembangunan J-Sky kembali terhenti. Bahkan kusen-kusen jendela yang sempat terpasang kembali dicopot.

Tak jauh dari J-Sky, berdiri 1 tower 10 lantai dari rencana 2 tower Bogorienze Apartemen. Bangunan jangkung yang dikembangkan PT Nusa Raya Propertindo ini sebelumnya bernama Green Valley Apartement. Namun berubah nama dan konsep pasca diambil alih Eureka Group. Apartemen yang sebelumnya mengusung konsep kos-kosan berubah menjadi apartemen dan kondominium hotel dimana lantai 1-3 akan digunakan hotel yang dikelola Group Hotel Salak. Sedangkan lantai 4-10 untuk apartemen. Apartemen yang berlokasi di Jalan Bogor Inner Ring Road Lot 21 kawasan Nirwana Bogor Residence (BNR) ini berdiri di atas lahan seluas empat hektar.

Director PT NRP Ugik Sugiyanto mengatakan, di lokasi tersebut akan dibangun dua tower yakni tower I dan II. Tower dengan konsep holiday condo dan kondotel itu menargetkan aktivitas MICE. ”Satu tower sebagai holiday kondo serta satu tower lagi berkonsep kondotel,” kata Ugik di sela acara temu gathering konsumen September lalu. Masing-masing tower akan dibangun kurang lebih 300 unit. Pada tower pertama, 300 unit kini sudah selesai konstruksinya setinggi 10 lantai yang akan serah terima pada Desember 2018 mendatang.

Tepat disamping J-Sky, di atas lahan seluas 9.300 m2 akan dibangun apartemen Le Montana yang dikembangkan PT Emersen Property. Apartemen 2 tower 25 lantai yang merangkum 1423 unit ini melakukan ground breaking akhir November 2017. Lokasinya yang hanya berjarak 200 meter dari gerbang utama BNR dan Exit Tol BIRR yang terhubung dengan Tol Jagorawi dan rencana tol Bocimi, menarik salah satu perusahaan di Jakarta untuk membooking sebanyak 3 lantai Le Montana.

Salah satu kawasan CBD yakni Sentul yang sedang gencar membangun apartemen seperti Saffron Noble, Sentul Tower, dan Vendura Sentul. Berada di kawasan hunian ekslusif, ketiga apartemen ini juga nempel dengan mal AEON Sentul yang ditargetkan rampung 2018, rumah sakit, kampus dan perkantoran. Sentul Tower dan Saffron adalah kedua apartemen besutan PT Sentul City dimana Sentul Tower sudah sold out. Sedangkan Saffron yang rencana akan dibangun 4 tower 28 lantai ini penjualan sudah hampir 70% dengan pembangunan mencapai lantai 6.

PT Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) bersiap mengembangkan proyek terpadu (mixed use), Olympic City yang berlokasi di Kedunghalang, Bogor. Dengan menggunakan lahan bekas pabrik Olympic pada tahap pertama, CSIS akan membangun dua tower apartemen terdiri 1.600 unit di lahan seluas 6 hektar dengan target penyelesaian 3 hingga 4 tahun mendatang. Namun proyek ini baru sebatas site plan yang akan menempati lahan seluas 30 hektar.

Berikutnya ada LRT City Royal Sentul Park. Apartemen besutan PT Adhi Karya berdiri di atas tanah seluas 14,8 hektar yang terdiri dari 12 tower setinggi 33 lantai yang terdiri atas 14.800 unit. Namun untuk tahap pertama dipasarkan 1 tower yang berada dibelakang stasiun LRT. Dengan demikian segmentasi utama apartemen besutan Adhi karya ini adalah mereka yang bekerja di Jakarta dan memanfaatkan LRT sebagai sarana transportasinya.

Di daerah perbatasan Bogor- Bekasi, terdapat Apartemen Citra Kaliana dan Gunung Putri Square yang lebih membidik segmen karyawan dan manager di kawasan industri dan pabrik di Cileungsi dan Gunung Putri. Citra Kaliana yang dibangun diatas lahan 1,6 ha dalam kawasan Metland Transyogi menawarkan apartemen mulai dari harga Rp275 juta. Sedangkan PP Properti melalui Gunung Putri Square menawarkan unit-unit di 2 tower apartemen setinggi 30 lantai itu dengan harga mulai dari Rp200 jutaan.
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com