Geliat Bisnis Apartemen di Bogor, Investasi atau Enduser (1)?

Big Banner

Edisi Desember 2017 Majalah Properti Indonesia dapat diakses di: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

Menurut catatan Majalah Properti Indonesia, dalam lima tahun terakhir setidaknya ada 21 apartemen yang dipasarkan di Bogor. Dari jumlah tersebut, ada yang sudah mulai serah terima dan dihuni/disewakan, topping off, ground breaking, penjualan perdana hingga tahap pengurusan izin. Jika ditotal, ada sekitar 30.728 unit apartemen yang siap dihuni hingga 2022.

Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Satu Pintu (BPTPMSP) Kabupaten Bogor, Yani Hasan mengatakan, ada sekitar 17 perusahaan yang sudah mengajukan izin bangun apartemen sejak tahun lalu, namun baru baru beberapa yang sudah lengkap perizinannya.

Menurutnya, rata-rata investasi pembangunan apartemen mencapai Rp700 miliar hingga Rp900 miliar per tower atau tergantung banyaknya unit dan lahan peruntukkan apartemen. Sebaran rencana pembangunan apartemen berada di beberapa wilayah antara lain Cibinong, Wanaherang, Sentul, Dramaga, Gunung Putri, Cilebut dan area pinggiran Tol Jagorawi.

Bogor Mansion yang dikembangkan PT Akasah Sigar Tengah adalah pelopor pembangunan apartemen di kota Bogor. Menyusul Bogor Icon dan Bogor Valley yang digawangi pengembang Binakarya Propertindo Group dan Gapuraprima Group yang berhasil merampungkan pembangunan apartemen di Jl KH Ahmad Dahlan, Bogor. Kedua apartemen ini mendapat limpahan konsumen dari Bogor Mansion.

Bagusnya respons konsumen atas penawaran apartemen di Bogor, menarik pengembang lain ikut membangun gedung vertikal baik di kota maupun kabupaten Bogor. Sebut saja BNR Jungle Sky, Bogorienze, Dramaga Tower Apartemen, B Residence, Gardenia, El Centro, Bhuvana, Sentul Tower dan lainnya.

Sementara itu ada sekitar 10 apartemen yang sedang dalam proses pembangunan hingga topping off di antaranya Citra Kaliana, Gunung Putri Square, Olympic Sentul Residence, Gardenia, El Centro, B Residence, Dramaga Tower, Bogorienze dan Bhuvana. Sisanya ada 8 apartemen yang masih dalam penjualan perdana, land clearing, hingga rencana ground breaking di tahun 2018 seperti Vendura Sentul, Royal Sentul park, Menara Cibinong, Jakarta Pavilion, Grand Central Bogor, Jasmine Park, Dramaga Riverside, dan La Montana Bogor.

Dari 21 apartemen di Bogor, hanya 9 apartemen yang berlokasi di kota bogor, sisanya 12 apartemen tersebar di kabupaten Bogor. Pembangunan apartemen di kabupaten lebih banyak daripada kota bogor tak lepas dari sudah padatnya tengah kota Bogor dengan tingkat kemacetan yang cukup tinggi.

Pembangunan apartemen di tengah kota Bogor sempat menjadi pro dan kontra. Wakil Walikota Bogor, Usman Hariman menolak pembangunan apartemen 2 tower setinggi 18 lantai di Stasiun Bogor yakni Grand Central Bogor. Menurutnya, pembangunan seharusnya tidak diorientasikan ke wilayah tengah, melainkan ke wilayah luar. Meski penandatanganan nota kesepahaman sinergi TOD Kawasan Stasiun Bogor telah dilakukan, namun Usman menegaskan harus ada kajian lebih mendalam lagi soal rencana tersebut.

Pengamat Tata Ruang Kota dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rutiadi mengatakan, adanya rencana pembangunan apartemen di kawasan Stasiun Bogor akan membuat kawasan tersebut semakin padat.”Kalau dibangun apartemen justru malah jadi pusat pemukiman, jelas tidak sesuai. Seharusnya memecah kepadatan yang selama ini terkonsentrasi di seputar Kebun Raya Bogor (KRB),” jelasnya.
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia
atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me