Proyek LRT City JABODEBEK akan diberi Pinjaman oleh Bank Mandiri

Big Banner

Bank Mandiri menjadi salah satu bank yang turut membiayai proyek LRT Jabodebek. Dalam pembiayaan tersebut, Mandiri menargetkan porsi pinjaman pembiayaan hingga Rp 5 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa pihaknya menargetkan porsi pinjaman hingga Rp 5 triliun. Pasalnya tak hanya hanya LRT, bank Mandiri juga akan membiayai proyek depo dan TOD PT Adhi Karya. Rp 3 triliun sampai Rp 5 triliun (porsinya). Karena ada pembiayaan buat depo dan TOD ke Adhi Karya juga. Jadi, ada dua sindikasi ke KAI dan depo dan TOD ke Adhi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa besar pinjaman pembiayaan tersebut akan berjumlah Rp 18 triliun dengan pembagian bersama 3 bank BUMN dan 2 bank swasta. Pembagiannya lagi kita hitung karena tadinya dari Rp 23 triliun sekarang jadi Rp 18 triliun pembiayaannya. Nah itu bagi sama dengan 3 bank BUMN dan 2 bank swasta nasional yang ikut.

Sementara itu, untuk biaya proyek depo dan TOD PT Adhi Karya, bank Mandiri sudah menyepakati akan mengambil bagian sebanyak Rp 2,8 triliun. Hal tersebut termasuk dengan tenor dan jumlah bunganya. Rp 2,8 triliun. Sizenya udah disepakati. Tapi tenor dan bunga lagi disepakati. Bunga 8,25 persen.

Sejalan dengan kebutuhan masyarakat kaum sub urban terhadap kawasan hunian masa depan, Pengembang BUMN Ambil Andil adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen TOD dan Hotel, mengembangkan kawasan dengan konsep Transit Oriented Development dengan nama LRT City. Proyek ini dibangun dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata campuran (mixed use), serta maksimalisasi penggunaan angkutan masal LRT dengan dilengkapi jaringan prasarana pejalan kaki dan sepeda.

Ditempat terpisah, GM Departemen TOD dan Hotel, PT Adhi Karya (Persero) Tbk Amrozi Hamidi mengatakan pengembangan superblok ini merupakan upaya perseroan dalam memberikan ruang baru untuk hidup yang lebih berkualitas. Kami memiliki beberapa lahan yang berlokasi di titik nol kilometer stasiun LRT Jabodebek, dan itu yang kami kembangkan untuk menjadi kawasan hunian dan komersial. Ini merupakan solusi yang kami tawarkan kepada masyarakat agar terbebas dari kemacetan yang semakin parah.

Apartemen dengan konsep TOD saat ini dikembangkan di empat proyek yaitu Apartemen Royal Sentul Park, , Apartemen Gateway Park, Apartemen Eastern Green, dan Apartemen Urban Signature Ciracas Jakarta Timur.
Apartemen of LRT City UrbanSiganture dikembangkan di atas lahan seluas total 11,5 hektare (ha) yang juga bekerja sama dengan PPD. Proyek ini akan dibangun total 8 menara apartemen dengan menara tau tower pertama (tower 1) sebanyak 1179 unit, pusat perbelanjaan atau mal tiga lantai dan parkir 3 lantai.

Menurut SPV Marketing di Apartemen Urban Signature Ciracas Ricky Thong, Sejak diperkenalkan ke pasar lewat pemilihan nomor urut pemesanan (NUP) pada Agustus 2017 lalu, tower 1 yang memiliki 1179 unit telah terjualsekitar 80 persen.
Minat konsumen terhadap tower 1 ini cukup bagus. Kami yakin seluruh unit akan habis terjual akhir tahun ini. Untuk pembangunan tahap pertama akan diselesaikan di tahun 2020. Menyoal pilihan unit, Ricky menyatakan, apartemen LRT City Urban Signature Ciracas ditawarkan dengan tiga tipe pilihan, studio seluas 24,5 meter persegi (m2), tipe satu kamar seluas 36,75 m2 dan tipe dua kamar dengan luas 49 m2.

Saat ini harga NUP Urban Signature jual di tower pertama berada di angka Rp 18,200.000. Harga tersebut, telah mengalami beberapa kali kenaikan sejak pertama kali diluncurkan kepada konsumen. Artinya Capital gain yang terjadi di Urban Signature sangat bagus dan menjanjikan dan bahkan kami belum genap 3 bulan sejak diluncurkan.

Hubungi konsultan marketing Urban signature atau hubungin kamilangsung dengan Ricky Thong di 081280979777 atau website kai di www.rumahproperti123.com

 

 

rumahproperti123.com