Boris Syaifullah ”The Rissing Star” di Industri Fiber Optic

Big Banner

Era Revolusi digital saat ini adalah sebuah keniscayaan. Industri berbasis internet kini menjadi andalan berbagai negara di dunia. Tak terkcuali Indonesia yang terus melengkapi infrastruktur internet tengah mengalami revolusi digital.

Adalah Boris Syaifullah, dari sebuah kampung kecil di pinggir laut di Sumbawa Nusa Tenggara Barat, yang berhasil dengan baik mencermati dan memanfaatkan peluang dari ceruk bisnis memproduksi dan memasok kebutuhan hardware berupa kabel serat optik (fiber optic) bagi program digitalisasi PT telkom.

Berbekal pengalamannya sebagai seorang TKI di Korea yang khusus bergelut di produksi kabel serat optic. Korea seperti diketahui merupakan negara yang selama ini mensuplai fiber optic ke Indonesia untuk kebutuhan berbagai provider di sini.

Melihat peluang pasar produk tersebut semakin hari semakin besar di Indonesia, sejak 3 tahun yang lalu ia telah mempersiapkan diri merealisasikan visi dan gagasannya agar barang tersebut dapat diproduksi sendiri di Indonesia guna mengurangi import.

Berbekal pengalamannya Boris selaku Manager Enginering di MISTEK, Co.Ltd tahun 2011-2012, kemudian, menjabat Manager Engineering di Korea Optic Technology (KOT, CO.Ltd), ia pun bertekad kembali ke tanah air selaku Local Director di PT. Indonesia Optic Technology–anak perusahan KOT, Co.Ltd di Bandung hingga tahun 2015.

Setelah malang melintang di sejumlah perusahaan multi nasional, di antaranya Director Marketing di Bagian Asia Tenggara, serta beberapa perusahaan di Indonesia di antaranya PT. Konesia Communication Indah, dan PT. Global Optical Communication Indonesia (GOCI).

Merasa bekalnya cukup, dan dengan tekad yang kuat kemudian ia mendirikan pabrik sendiri bernama PT Borsya Cipta Communica sekaligus menjabat sebagai President Director. Usianya yang relatif muda, lahir tahun 1977, Boris memiliki falsafah hidup berkerja sekuat tenaga agak memiliki manfaat yang sebesar-besarnya bagi banyak orang. Bagi pemain di bisnis ini ia dianggap bintang yang baru bersinar “The Rissing Star”.

Belum lama ini ia dipercaya memegang jabatan baru selaku Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APNATEL) Jawa Barat. Ini tentu tidak lepas dari visi dan “jam terbangnya” di industri tersebut. “Ini adalah amanah yang membutuhkan konsistensi dalam menjalankannya.” Kata Boris, yang setiap perkenalan dengan orang baru tak lupa selalu membanggakan Labuhan Kuris, sebuah kampung kecil di pinggir laut di Sumbawa, NTB. Tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. (MG)

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me