Outlook 2018; “ It’s Time To Buy Property” (2)

Big Banner

Sektor properti yang yang diproyeksi masih mengalami pelemahan adalah sektor perkantoran sehubungan dengan kondisi over supply atau kelebihan pasokan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang masih relatif lambat juga mengakibatkan enggannya korporasi untuk melakukan kegiatan ekspansi.

Sektor hotel juga akan melemah seiring dengan persaingan yang sangat ketat dan permintaan yang terbatas oleh konsumen. Selain itu, sektor ritel juga akan mengalami saturasi oleh karena selain sudah terlalu banyak pusat – pusat perbelanjaan, e-commerce juga akan mengambil alih sektor ritel untuk produk- produk tertentu misalkan gadget, fashion dan elektronik sehingga retailer- retailer tidak lagi akan membutuhkan ruang sewa yang luas.

Sementara itu, sektor properti yang diperkirakan masih memiliki peluang adalah sektor residensial, khususnya di segmen menengah dan menengah bawah yang pada umumnya dipengaruhi oleh kebutuhan akan tempat tinggal. Selain itu, sektor logistik dan pergudangan juga masih akan bertumbuh karena terbatasnya lahan di pusat kota dan mahalnya harga sewa ataupun jual sehingga pergudangan untuk keperluan penyimpanan menjadi kebutuhan utama.

Hendra Hartono menuturkan, ada beberapa hal yang mesti diwaspadai para investor maupun pengembang di tahun 2018, misalnya saja, peraturan Pemerintah yang dapat mempengaruhi investasi, seperti peraturan mengenai pajak properti, pembatasan pembangunan atau moratorium terhadap sektor tertentu, misalnya terhadap sektor hotel atau pusat perbelanjaan. Hal lainnya adalah isu – isu pertanahan, seperti sertifikasi yang harus clean and clear.

Hendra juga mengingatkan, pola kerjasama seperti Joint Venture juga perlu dipertimbangkan untuk meminimalisir resiko di dalam kondisi pasar properti yang sedang melambat. Termasuk, latar belakang dari calon partner itu sendiri juga perlu ditelusuri agar mendapatkan partner yang reliable dan pengalaman. Khusus untuk investor di bidang ritel yang memproduksi barang- barang tertentu, komponen imported goods juga perlu dikurangi oleh karena diwajibkannya kandungan komponen dalam negeri.

”Selain itu, kondisi politik juga perlu diwaspadai karena berpotensi terjadi perubahan kebijakan- kebijakan yang akan mempengaruhi sektor properti, serta trend teknologi, desain dan spesifikasi serta fasilitas untuk memenuhi kebutuhan konsumen terutama untuk kalangan milenial,” jelas Hendra.

Untuk menyiasati kondisi pasar properti yang melambat, pengembang perlu mempertimbangkan psikologi dan daya beli konsumen agar produk mereka terserap pasar. Oleh karena itu, pengembang memerlukan strategi pelunakan pembayaran yang dapat diterima konsumen secara keseluruhan ataupun fully furnished sehingga mudah ditempati ataupun disewakan. Untuk pengembang perkantoran, bisa juga mendapat kemudahan financing untuk fit-out kepada korporasi yang ingin pindah kantor baru. MPI Riz

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me