Outlook 2018; “ It’s Time To Buy Property” (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Desember 2017, menurunkan laporan tentang outlook bisnis properti 2017. Disebutkan bahwa pembangunan infrastruktur yang masif menjadi alasan untuk tetap optimis, kendatipun tetap diwaspadai agenda politik 2018-2019, dan kebijakan pajak barang mewah yang belum diiringi dengan pertumbuhan harga properti, justru menjadi pelemahan di sektor properti.

Indikator positif ini semakin diperkuat dengan beberapa faktor eksternal. IMF dalam World Economic Outlook bulan Oktober 2017 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2018 akan tumbuh menjadi 3,7% lebih tinggi dari 3 tahun sebelumnya. Perbaikan ekonomi dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi China yang berada diatas ekspektasi dengan pertumbuhan di triwulan II sebesar 6,9% (yoy).

Harapan motor penggerak dari sektor ekspor juga masih bisa diandalkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dari kenaikan surplus neraca perdagangan bulan Agustus yang menyentuh angka 1,72 Miliar dolar AS.

Sepanjang Januari-Agustus 2017 ekspor tumbuh lebih dari 17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ekspor yang berkontribusi sebesar 19% terhadap PDB diproyeksi akan terus mengalami kenaikan seiring harga komoditas khususnya batu-bara, minyak mentah dan CPO tumbuh lebih cepat dibanding periode 2014-2016.
Sementara itu motor pertumbuhan yang berasal dari investasi masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup memuaskan. Pada triwulan ke-II 2017 pertumbuhan investasi tercatat sebesar 5,35% (yoy). Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, menuturkan, prediksi pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,1-5,5 persen, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja

Negara (RAPBN) 2018. Menurut Agus, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 masih ditopang oleh sektor investasi, konsumsi dan ekspor yang tetap kuat. Terutama dengan naiknya investasi swasta. “Konsumsi rumah tangga 4,9-5,3 persen sedikit lebih baik dari 2017. Investasi diperkirakan 5,6-6 persen di 2018,” ujar Agus pertengahan Juni lalu.

Secara umum, sektor properti di Indonesia diproyeksi masih terkonsentrasi di kawasan Jabodetabek dan para pengembang masih cenderung untuk melanjutkan proyek- proyek properti yang sudah dalam tahap pembangunan atau under-construction, bersamaan dengan pengembangan infrastruktur yang telah dimulai sejak tiga tahun terakhir, khususnya MRT dan LRT. Sementara itu, belum terlihat lagi adanya peluncuran proyek- proyek baru secara signifikan, sehubungan dengan kondisi ekonomi dan pasar properti yang secara umum masih tertekan.

CEO Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, mengatakan, untuk tahun 2018, sektor properti di Indonesia masih dianggap sebagai pasar yang potensial dan kompetitif bagi para pengembang asing oleh karena terjangkaunya harga lahan dan pangsa pasar domestik yang cukup menjanjikan, terutama di kawasan Jabodetabek.

Sementara, dari kacamata para investor dan pemain properti, sebut Hendra, melihat siklus properti di Indonesia yang telah mengalami stagnasi harga sejak tahun 2015, sebenarnya merupakan kesempatan untuk melakukan investasi di lokasi – lokasi prima dan strategis dan selalu melihat proyeksi jangka panjang (lebih dari 5-10 tahun ke depan).

”Ada dua faktor utama yang mendukung pertumbuhan yaitu faktor kegiatan pertumbuhan ekonomi dan keyakinan daya beli, maupun faktor eksternal seperti halnya pengembangan infrastruktur dankebijakan pemerintah yang mendukung investasi seperti kebijakan kepemilikan asing. Sedangkan pelemahan sektor properti disebabkan oleh faktor- faktor seperti kondisi politik negara serta pajak barang mewah yang tidak diiringi dengan pertumbuhan harga properti untuk menikmati capital gain ataupun penghasilan dari penyewaan unit,” ujar Hendra.
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me