Kendati Macet, Cibubur Masih Jadi Primadona Pengembang (2)

Big Banner

Jalur LRT Cibubur-Cawang dijadwalkan beroperasi pada akhir 2017, sedangkan Bekasi Timur-Cawang dan Cawang-Dukuh atas bisa beroperasi pada 2018. Selain LRT, kehadiran jalan Tol Cimanggis- Cibitung juga diharapkan dapat mempermudah akses antara kedua kawasan sekaligus mengurai kemacetan di Cibubur.

Proyek jalan tol sepanjang 26,3 kilometer ini diyakini mampu memecah kepadatan lalu lintas di ruas jalan Transyogi, Cileungsi, sekaligus memecah kepadatan dua jalan tol Ibu Kota, yakni Jakarta—Cikampek dan Jagorawi.

Selama ini perlintasan dari jalan Tol Jakarta-Cikampek yang ingin ke Cibubur, Depok, dan Bogor mesti memutar terlebih dahulu melalui JORR, baru ke Jagorawi menuju Bogor. Dengan adanya jalan Tol Cimanggis-Cibitung, pelinyas jalan dari Cikampek bisa langsung masuk ke jalan tol tersebut dan bertemu jalan Tol Jagorawi di Cimanggis.

Pada jalan Tol Cimanggis—Cibitung nantinya juga akan dibangun pintu tol baru. Lokasi pintu tol berada dekat restoran Bakmi Golek di Jalan Transyogi Cibubur, yang jaraknya hanya 200 meter dari gerbang utama perumahan CitraGrand.

Salah satu pengembang yang merasakan manisnya jalur alternatif Cibubur adalah Ciputra Grup. Setelah mendulang kesuksesan lewat perumahan Citra Grand, Citra Indah, dan CitraLand Cibubur, kini Ciputra Grup kembali meluncurkan project terbarunya, yakni Citra Grand Cibubur CBD.

Di atas lahan seluas 100 hektar, akan dikembangkan proyek prestisius pertama di Cibubur yang mengintegrasikan hunian berkelas dan pusat bisnis. Sekitar 40 ha dari proyek tersebut akan dibangun sebagai kawasan komersial dan 60 ha lagi akan menjadi kawasan hunian. Pengembangan
proyek ini diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp 3 triliun.

Managing Direktur Ciputra Grup, Harun Hajadi mengatakan, pihaknya memutuskan mengembang¬kan kawasan Central Business Development (CBD) yang terintegrasi tersebut karena di Cibubur hingga saat ini belum ada CBD. “Grup Ciputra meluncurkan proyek terbaru ini dengan mempertim¬bang¬kan begitu banyaknya pengembangan akses dan infrastruktur baru di Cibubur, yang nantinya akan menjadikan Cibubur sebagai pusat pertumbuhan baru di Selatan Jakarta,” ujar Harun.

Sebagai tahap awal, proyek yang dipasarkan adalah klaster Fraser Park, klaster The Lagoon Residence, dan ruko Marquette. Fraser Park dan The Lagoon Residence merupakan dua klaster modern yang berlokasi terdepan dengan akses langsung ke jalan utama, sedangkan ruko Marquette berlokasi sangat strategis, yakni berada di boulevard CitraGrand Cibubur CBD yang menghadap langsung ke jalan utama. Sedangkan untuk harga, ditawarkan mulai Rp1,5 miliar.

Selain Ciputra Grup, Trans Property (CT Corp) juga turut mengembangkan proyeknya di kawasan Cibubur. Proyek yang bertajuk Trans Park Cibubur ini, terdiri dari tiga tower apartemen, mall, hotel, dan juga dilengkapi dengan world class indoor theme park. Apartemen Trans Park setinggi 37 lantai ini sudah di launching sejak 9 Desember 2016 lalu dan merangkum tak kurang 2900 unit.

Hingga saat ini, tower A dan B sudah sold out terjual, dan hanya tersisa tower C. Untuk tower C, harganya mulai dari Rp600 juta-an, hingga yang tertinggi Rp2 miliar. Mengarah ke jalan Lapangan Tembak, PT Bahana Tirta Adhiguna juga turut meramaikan kawasan Cibubur, dengan projek bertajuk Wiladatika Residence.

Di atas lahan seluas 6 hektar, rencananya akan dibangun 80 rumah dua lantai dengan 4 (empat)
tipe klaster dimana ketiga tipe klaster pertama adalah dengan luas tanah mulai dari 160-450m2, luas bangunan mulai dari 181-320 m2 dan dilengkapi jumlah kamar mulai dari 3+1 sampai dengan 4+1 kamar tidur. Sedangkan untuk harga, dibanderol mulai dari Rp1,8 miliar – Rp4 miliar.

Walaupun banyak pengembang baru yang membangun dalam skala luas di kawasan Cibubur tak membuat harga perumahan di pasar secondary di kawasan ini surut. Principal Broker Century21 Cibubur Shinta, mengungkapkan, bahwa perumahan sekunder di Cibubur terbilang tinggi dan tak kehilangan peminat.

“Saat ini tidak tersedia hunian di bawah harga Rp1 miiliar di sekitar Taman Bunga Wiladatika dan Bumi Perkemahan Cibubur. Kalau pun ada, harganya sudah mencapai lebih dari Rp1,5 miliar atau lebih dari Rp8 miliar per unit,” jelasnya Sementara untuk harga tanah saat ini berkisar Rp15 juta-Rp25 juta per meter dengan kenaikan sekitar 10%-20% per tahun.

“Harga di jalan alternatif Cibubur ini berbeda beda. Semakin dekat dengan akses
tol, harga rumah akan semakin tinggi, seperti Raffles Hills, Citra Grand, Kota Wisata dan seterusnya. Raffles Hills misalnya.

Saat ini, harga rumah seken di Raffles tertinggi mencapai Rp10 miliar untuk tanah seluas 500 meter,” terangnya. Shinta melanjutkan, bahwa harga tersebut masih akan terus merangkak naik setelah beroperasinya transportasi massal LRT. “Harga tanah di Cibubur bakal terus melonjak, apalagi ketika semua infrastruktur selesai,” tutup Shinta. MPI RAG

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com