Green Pramuka Tawarkan Tunai Bertahap 120 Kali

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Duta Paramindo Sejahtera, pengembang proyek hunian terpadu Green Pramuka City (12,9 ha) di Jl Ahmad Yani, by pass, Jakarta Pusat, optimis menatap pasar properti 2018. Hal itu dinyatakan Jeffry Yamin, Direktur Marketing Green Pramuka City, dalam diskusi “Kaleidoskop 2017 dan Overview 2018” di lokasi proyek, Kamis (14/12/2017).

Direktur Marketing Green Pramuka Jeffry Yamin (dua dari kiri) dan Mualim Wijoyo dari DPP REI (paling kiri) bersama pengurus Green Pramuka lain berbicara dalam diskusi “Kaleidoskop 2017 dan Overview 2018” di proyek hunian terpadu Green Pramuka City, Jl Ahmad Yani, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). (Foto: Dok Green Pramuka).

Direktur Marketing Green Pramuka Jeffry Yamin (dua dari kiri) dan Mualim Wijoyo dari DPP REI (paling kiri) bersama pengurus Green Pramuka lain berbicara dalam diskusi “Kaleidoskop 2017 dan Overview 2018” di proyek hunian terpadu Green Pramuka City, Jl Ahmad Yani, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). (Foto: Dok Green Pramuka).

Ia mengakui, tahun 2017 pasar properti memang masih belum bergairah. Tapi, tahun depan ia melihat mulai ada perbaikan seperti terlihat dari peningkatan penyaluran kredit properti pada kwartal akhir 2017, makin baiknya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya tingkat bunga. “Dengan masifnya pembangunan infrastruktur transportasi di Jabodetabek, saya melihat peluang pasar makin bagus termasuk untuk apartemen,” katanya.

Sekarang tinggal developer mengemukakan keunggulan masing-masing agar bisa menangkap peluang pasar. Ia sendiri menyebut keunggulan Green Pramuka City sebagai proyek hunian terpadu berupa apartemen dilengkapi berbagai fasilitas internal termasuk pusat perbelanjaan berkonsep hangout Green Pramuka Square serta komplek ruko/rukan.

Selain itu harga apartemennya terjangkau, mulai dari Rp542 jutaan untuk tipe studio 22 m2. “Di mana di Jakarta Pusat orang masih memasarkan apartemen Rp500 juta? Lokasi kita juga sangat strategis di jalan besar yang dilintasi busway dan tol dalam kota. Kita juga punya shuttle bus langsung ke bandara Soekarno-Hatta bekerja sama dengan Damri,” jelas Jeffry.

Saat ini Green Pramuka sudah mengembangkan sembilan menara apartemen mencakup sekitar 9.000 unit hunian tipe studio dan dua kamar tidur 33 m2 seharga Rp500–700 jutaan/unit.  Dari jumlah itu, sekitar 8.000 unit sudah laku. Sebagian besar menara sudah jadi dan sebagian sudah ramai dihuni. Total Green Pramuka akan mengembangkan 14 menara apartemen dari rencana semula 17 menara.

“Saat ini kita menawarkan promo sangat menarik, berupa cara bayar tunai bertahap (installment) hingga 120 bulan (10 tahun). Ini untuk membantu kaum muda agar bisa segera punya hunian sendiri, karena cicilannya jadi lebih ringan. Unitnya juga sudah jadi dan sudah dilengkapi compact furnished. Yang mau langsung melunasi uang muka 20 persen bisa langsung menghuni unitnya. Menarik, bukan?” katanya.

Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Apartemen dan Rumah Susun Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Mualim Wijoyo menambahkan, pilkada dan pemilu sudah kerap kita laksanakan. Dan selama ini baik-baik saja. Jadi, seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “Ini saatnya membeli. Kalau sudah selesai pemilu dan berbagai infrastruktur transportasi yang dibangun pemerintah itu jadi, harga rumah pasti sudah naik,” katanya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me