Awards Membuat Tolok Ukur Prestasi Menjadi Lebih Jelas

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Ajang HousingEstate Awards 2017 yang berlangsung di Le Meridien Hotel, Jakarta, Kamis (14/12) diapresiasi juga oleh Kementerian Perindustrian. Menurut Direktur Industri Bahan Galian Nonlogam Kementerian Perindustrian Lintong Sopandi Hutahaean, award seperti itu bisa membuat daya saing kita terus meningkat.

Direktur Industri Bahan Galian Nonlogam Kementerian Perindustrian Lintong Sopandi Hutahaean (kiri) memberikan award kepada Presiden Direktur PT YKK AP Indonesia Masaaki Tamai, dalam HousingEstate Awards 2017 di Jakarta, Kamis (23/12/2017), didampingi anggota Dewan Redaksi HousingEstate  Hadi Prasojo (paling kanan). (Foto: Susilo Waluyo/HousingEstate).

Direktur Industri Bahan Galian Nonlogam Kementerian Perindustrian Lintong Sopandi Hutahaean (kiri) memberikan award kepada Presiden Direktur PT YKK AP Indonesia Masaaki Tamai, dalam HousingEstate Awards 2017 di Jakarta, Kamis (23/12/2017), didampingi anggota Dewan Redaksi HousingEstate Hadi Prasojo (paling kanan). (Foto: Susilo Waluyo/HousingEstate).

“Dengan menerima penghargaan seperti ini kita menjadi lebih paham dan menjadi jelas tolok ukur perbaikan dan peningkatan yang harus kita lakukan. Dengan begitu membuat kita terus mencari keunggulan-keunggulan dari produk yang kita hasilkan,” katanya saat memberikan sambutan di ajang tersebut.

Karena itu Lintong berharap agar award seperti ini terus dilakukan secara konsisten untuk memacu dan memotivasi sekaligus membuat penghargaan yang diberikan meningkat kualitasnya. Terlebih industri seperti properti dan bahan bangunan telah menyumbang pertumbuhan ekonomi yang besar.

Lintong merinci, pertumbuhan ekonomi kita yang 5,06 persen peningkatannya untuk sektor industri sangat tinggi, dari empat persen menjadi 5,5 persen. Yang tertinggi industri logam dasar sebesar 12 persen, industri makanan dan minuman 11 persen, dan industri bahan bangunan 7,8 persen.

Pelaku industri di dunia juga tengah bertransformasi dengan penekanan pada internet of think yang lebih efisien namun menghasilkan output lebih maksimal. Iklim usaha di Indonesia juga terus meningkat daya saingnya menjadi peringkat 72 dari 190 negara, lebih tinggi dibanding Afrika Selatan, India, Filipina, Brazil, dan juga Tiongkok yang berada di peringkat 78.

“Industri bahan bangunan terus tumbuh dan ini pasti pararel dengan pertumbuhan properti. Kalau semen menggeliat, properti pasti menggeliat. Makanya ini harus didukung juga oleh pembiayaan dari perbankan. Produk bahan bangunan yang menjadi ikutan properti itu sangat besar dan mayoritasnya produk lokal,” jelasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me