Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya Diresmikan, Ini Pesan Airin

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) resmi beroperasi di kota baru Bintaro Jaya (2.321 ha), Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, pekan lalu. Berkaitan dengan itu Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany Wardana berharap rumah sakit mewah di atas lahan 1,26 ha setinggi tujuh lantai berisi 100 tempat tidur dan 102 dokter ahli itu, mampu memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi warganya.

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany Wardana (tiga dari kanan) bersama Ciputra, founder Grup Jaya (dua dari kanan), pengembang Bintaro Jaya di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Banten), Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Tri Hesty Widyastoeti (dua dari kiri), serta jajaran direksi Bintaro Jaya dan Rumah Sakit Pondok Indah usai peresmian rumah sakit itu pekan lalu. (Foto: Andrian Saputri/HousingEstate)

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany Wardana (tiga dari kanan) bersama Ciputra, founder Grup Jaya (dua dari kanan), pengembang Bintaro Jaya di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Banten), Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Tri Hesty Widyastoeti (dua dari kiri), serta jajaran direksi Bintaro Jaya dan Rumah Sakit Pondok Indah usai peresmian rumah sakit itu pekan lalu. (Foto: Andrian Saputri/HousingEstate)

“Tadi saya dengar bisik-bisik, ini rumah sakit berkelas internasional. Saya hanya titip, agar tidak ada disparitas dalam kualitas pelayanan kesehatan. Tidak ada perbedaan perlakukan pelayanan. Mudah-mudahan RSPI Bintaro Jaya adil memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh warga tanpa perbedaan golongan dan latar belakang,” katanya saat memberi sambutan.

Ia menyebut hingga saat ini ada 28 rumah sakit dan 29 puskemas di Tangerang Selatan. “Sebagai daerah yang baru berusia sembilan tahun, pertumbuhan ekonomi dan penduduk Tangsel sangat cepat. Luas wilayahnya hanya 147 kilometer persegi, tapi  populasinya tembus 1,5 juta. Karena itu wajar pelayanan kesehatan jadi salah satu fokus kami selain infrastruktur,” terangnya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Tri Hesty Widyastoeti yang juga memberi sambutan, juga mengaku kerap menerima keluhan terkait rumah sakit yang tidak mau melayani warga tidak mampu dalam keadaan gawat darurat. Padahal aturan sudah menyebutkan, pelayanan gawat darurat wajib diberikan tanpa meminta uang muka kepada siapapun termasuk warga tidak mampu. “Penyelenggara rumah sakit harus memberi perhatian khusus kepada warga miskin,” tegasnya.

RSPI Bintaro Jaya dilengkapi fasilitas terintegrasi seperti one stop service medical check-up, layanan maternity clan kesehatan anak, berbagai klinik rawat jalan, orthopaedic center, dental specialist clinic, serta layanan rawat inap, termasuk unit perawatan intensif (lCU dan NICU).

Meskipun tidak melayani pasien BPJS, RSPI Bintaro Jaya mengklaim tetap memberikan pelayanan bagi pasien kritis yang butuh tindakan medis segera kendati pasien hanya punya fasilitas BPJS dari pemerintah. “Dalam keadaan darurat, kami wajib memberikan pertolongan kepada pasien BPJS. Nanti setelah pulih baru kami rekomendasikan pasien untuk rawat inap di rumah sakit lain yang melayani BPJS,” kata salah satu tenaga media RSPI Bintaro Jaya kepada housing-estate.com.

housing-estate.com