Asia Kuasai Jumlah Gedung Pencakar Langit

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Perekonomian dunia boleh melemah, tapi tidak demikian pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit. Menurut Tall Building Year in Review 2017 yang dilansir The Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), tahun ini terbangun 144 gedung yang punya ketinggian lebih dari 200 meter.

Lotte World Tower, Seoul, gedung tertinggi di Korea Selatan dan punya kolam renang tertinggi di dunia. (Foto: CTBUH)

Lotte World Tower, Seoul, gedung tertinggi di Korea Selatan dan punya kolam renang tertinggi di dunia. (Foto: CTBUH)

Dua pencakar langit terbaru dan tertinggi tahun ini adalah Ping An Finance Center (599 m) di Shenzhen, yang menjadi gedung kedua tertinggi di China dan ke-4 tertinggi di dunia. Lalu Lotte World Tower (555 m) di Seoul yang menjadi gedung tertinggi di Korea Selatan dan ke-5 tertinggi sejagat.

Untuk membangun Ping An Finance Center dibutuhkan 1.700 ton stainless steel yang dirancang untuk tahan korosi, mengingat lokasinya di kota tepi pantai. Sementara Lotte World Tower, elevatornya adalah yang tercepat di dunia dan punya kolam renang di atap gedung yang ditahbiskan sebagai yang tertinggi di dunia.

Jumlah gedung pencakar langit yang rampung tahun ini lebih banyak daripada tahun lalu, yakni 127 gedung. Dengan demikian jumlah gedung yang berketinggian lebih dari 200 meter di dunia hingga saat ini ada 1.319 unit, berlipat empat kali dari tahun 2000 yang baru 263 gedung.

Dari yang terbaru tahun 2017, 15 di antaranya berketinggian lebih dari 300 meter atau masuk kategori supertall. Menurut catatan CTBUH, jumlah supertall itu melebihi pencapaian tahun-tahun sebelumnya. Di seluruh dunia kini ada 126 gedung supertall.

Berdasarkan laporan tersebut, gedung-gedung tinggi itu makin terserak di segala penjuru dunia. Penambahan 144 gedung pencakar langit baru itu tersebar di 69 kota, dengan di 23 negara di antaranya menjadi gedung tertinggi di kota atau negara yang bersangkutan.

Yang menarik, tahun ini Asia makin merajai sebagai lokasi gedung-gedung pencakar langit baru, sebanyak 76 persen berlokasi di Asia. Dari angka tersebut, 53 persen mencakar langit kota-kota di Tiongkok.

Shenzhen menjadi kota yang punya gedung pencakar langit baru terbanyak, 12 gedung. Jumlah ini bahkan melebihi rekor kota-kota lain di Amerika Serikat yang kerap menjadi yang terbanyak, di mana tahun ini paling banyak berjumlah 10 gedung.

Peruntukan gedung-gedung pencakar langit itu masih didominasi untuk ruang perkantoran (56 persen). Namun, laporan itu juga mengindikasikan perubahan tren, di mana fungsi campuran (mixed use) dan residensial juga makin bertambah.

Menurut Steve Watts, Chairman CTBUH, meski masih cukup spekulatif, tampaknya hal ini merupakan hasil pembangunan pasca pemulihan krisis ekonomi tahun 2008. “Ada minat yang meningkat selama beberapa tahun terakhir dalam investasi di sektor residensial oleh pemilik dana sebagai strategi manajemen kekayaannya. Namun, sebenarnya dinamika pasar sangat bervariasi antar wilayah. Jadi, kemungkinan ada faktor-faktor lain kenapa tren itu terjadi,” katanya.

Laporan CTBUH memprediksi, tahun 2018 bisa jadi akan ada rekor baru. Hal ini seiring dengan proses pembangunan dua gedung yang berketinggian lebih dari 500 meter di Tiongkok. Yaitu, gedung Goldin Finance 117 (597 m) di Tianjin dan China Zun Tower (529 m) di Beijing. Nta

Sumber: CTBUH dan archdaily

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me