Anggaran FLPP 2018 Rp4,5 Triliun

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Dana KPR bersubsidi dengan skim fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tahun depan yang sudah pasti mencapai Rp4,5 triliun yang cukup untuk membiayai 42 ribu rumah murah. Anggaran sebesar itu didapat dari APBN Rp2,1 triliun dan pengembalian pokok pinjaman KPR FLPP sebelumnya Rp2,4 triliun.

Foto : dok. Majalah Housing Estate

Ilustarasi Foto : dok. Majalah Housing Estate

“Ini anggaran yang sudah di tangan, istilahnya modal yang sudah kita miliki. Nanti tentu kita akan kembangkan berbagai pola pembiayaan lain, sehingga anggaran yang sudah ada bisa membiayai rumah lebih banyak,” kata Lana Winayanti, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), saat penandatanganan kerja sama penyaluran KPR bersubsidi dengan 40 bank di kantor Kemenpupera, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/12).

Acara dihadiri Menpupera Basuki Hadimuljono, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kemenpupera Budi Hartono, kalangan perbankan, dan pengembang.

PPDPP adalah unit di bawah Kemenpupera yang bertugas menyalurkan dan mengelola dana investasi pemerintah untuk pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Lana juga menyebut, bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) tengah diupayakan anggaran FLPP itu bisa dicampur dengan dana dari SMF yang sifatnya dana pendamping. SMF mengelola portofolio KPR perbankan dengan mensekuritisasinya di pasar modal untuk mendapatkan dana segar untuk kemudian disalurkan kembali untuk pembiayaan rumah, sehingga nilai penyaluran KPR menjadi lebih besar.

Selama ini porsi pembiayaan KPR dari pemerintah mencapai 90 persen, sementara 10 persen dari bank. Dengan dana pendamping dari SMF, porsi pemerintah yang belakangan kesulitan dana, bisa dikurangi 78 persen, sedangkan 22 persennya dari SMF. Dengan cara itu, dana Rp4,5 triliun itu bisa membiayai hingga 57 ribu rumah.

“Jadi, tahun depan akan dikaji ulang pola-pola penyaluran subsidi rumah supaya anggaran yang ada bisa lebih efektif. Termasuk dikaji juga penyalurannya supaya tepat sasaran. Potensinya ada banyak, termasuk dari Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang masih terus dimatangkan. Pokoknya kita repositioning dana-dana subsidi itu,” jelas Lana. Selain skim FLPP, Kemenpupera juga punya KPR bersubsidi dengan skim subsidi selisih bunga (SSB).

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me