Salah Kelola Penghasilan, Milenial Jadi Susah Beli Hunian

Big Banner
Foto: Rumah123/iStock

 

Generasi milenial zaman “now” boleh dibilang berpotensi besar meraih kesuksesan. Selain cerdas, mereka pun gampang menciptakan sesuatu yang laku dijual. Namun, ada yang mengkhawatirkan bahwa para milenial ini akan sulit punya hunian karena salah mengelola keuangannya.

 

Riset yang dilakukan oleh George Washington Global Financial Literacy Excellence Center terhadap 5.500 milenial menunjukkan bahwa hanya 24% dari total responden yang mengerti prinsip keuangan seperti dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (10/12/17).

 

Baca juga: Kalau Milenial Mau Memaksa Menabung, Bisa Kok Punya Hunian

 

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh generasi milenial terkait penghasilan mereka. Berikut 4 masalah utamanya:

 

Pertama, pengeluaran berlebihan untuk biaya sewa tempat tinggal. Alexa Von Tobel mengatakan, demi alasan efisiensi dan kenyamanan, banyak milenial yang lebih memilih untuk menyewa hunian dekat dengan kantornya. Padahal, menurut studi yang diterbitkan Personallity and Social Psychology Bulletin, ngekos atau sewa hunian sementara di dekat kantor justru merogoh kocek 30% lebih banyak.

 

Baca juga: Punya Rumah Sendiri Penting Banget Lho Bagi Kesehatan Mental Milenial

 

Menurut Alexa Von Tobel, uang sewa hunian, belanja kebutuhan sehari-hari, bayar tagihan listrik, air, dan transportasi, harus masuk dalam 50% dari pendapatan. Jadi, kalau milenial bersikukuh memasukkan uang sewa apartemen atau kost, misalnya 40% dari pendapatan, maka carilah pos pengeluaran lain dengan menghilangkan sejumlah 10% pendapatan, katakanlah dengan menghilangkan gym membership atau TV kabel.

 

Kedua, tidak punya dana darurat. Padahal, dana ini sangat penting dan idealnya dana darurat itu 3-6 bulan dari biaya hidup yang dibutuhkan. Biaya hidup dihitung dari rata-rata uang yang dibutuhkan untuk keperluan makan, transportasi, belanja kebutuhan pokok, biaya sewa hunian, bayar utang atau tagihan rutin.

 

Baca juga: 3 Tips Agar Milenial Ga Susah-Susah Amat Beli Rumah, Mau Tahu Kaaannn…

 

Ketiga, utang kartu kredit yang berlebihan. Tingginya beban bunga kartu kredit bisa menjadi bumerang bagi kamu di kemudian hari jika dana yang disiapkan tidak mencukupi.

 

Belum lagi, jika kartu kredit sering over limit atau tidak tepat waktu membayar tagihannya, maka ini menjadi catatan yang kurang baik di masa depan bila ingin mengajukan kredit lain. Rencana KPR-mu bahkan bisa saja tidak disetujui kalau BI checking kamu buruk.

 

Baca juga: Pesan Buat Kaum Milenial: Beli Rumah Aja Dulu, Up Grade Kemudian!

 

Keempat, boros mengalokasikan dana untuk percintaan. Para milenial juga tidak memiliki kesiapan keuangan di hari tua alias tidak memiliki tabungan pensiun. Dalam riset yang dilakukan Bank DBS, setiap individu paling tidak harus sudah menabung untuk dana pensun sejak usia 25 tahun. Nah, kalau kamu gimana?

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me