Bocor? Waktunya Periksa Atap Rumah!

Big Banner

 

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

 

Musim hujan kadang membawa masalah baru, sebut saja rumah bocor. Diamkan Saja? Ah, jangan dong! Lama-lama rumahmu bisa lapuk atau malah ambrol karena terkena air hujan terus-menerus. Lagian, risih juga kan kalau berdiam di rumah yang bocor. Untuk mengatasi bocor, coba simak tips berikut ini:

 

Periksa Berkala

 

Untuk mencegah kebocoran, tentunya kamu harus mengetahui kondisi atap rumahmu yang sesungguhnya. Untuk mengetahui apakah atap rumah mu perlu perbaikan atau tidak, periksalah atap secara berkala. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan minimal 2 – 3 bulan sekali.

 

Baca juga: Teknologi Hydroshield Bikin Produk Antibocor Ini Dua Kali Lebih Kuat!

 

Ketika terjadi retak rambut pada atap dari beton dan asbes, tidak akan langsung menimbulkan kebocoran. Kebocoran baru akan terjadi mungkin setelah 3-4 kali hujan besar sejak terjadi retak rambut itu.

 

Pemberian kawat kasa antiair dapat menanggulangi kebocoran pada atap beton, asbes, atau sirap, yang disebabkan oleh adanya retak rambut, namun untuk bagian retak yang lebih besar harus dilubangi dan kemudian diplester kembali.

 

Baca juga: Atap Bocor? Ga Lagi Kok!

 

Periksa Plafon

 

Selain pemeriksaan pada kawasan atap, kondisi plafon pada rumah juga perlu diperhatikan. Plester semen pada bagian plafon ini sangat rentan bocor. Sehingga, jika terjadi kerusakan pada plafon, maka harus langsung diperbaiki.

 

Jika plafon dibiarkan lembap dan terjadi secara terus-menerus, ketika musim hujan akan terjadi kerusakan yang lebih fatal, seperti ambruk pada bagian plafon yang tentunya membutuhkan biaya lebih besar untuk memeperbaikinya, bukan?

 

Untuk mengurangi penyerapan panas dan mengurangi kerusakan karena air hujan, gunakan aluminium foil berukuran 1-2 mm sebagai alat pelapis di antara plafon dan genteng.

 

Baca juga: Kenali Dong Penyebab Bocor, Terus Diakrabi Ya!

 

Perhatikan Genteng

 

Perhatikan juga sudut kemiringan genteng untuk menjaga kemampuan genteng menghadang air hujan. Pada genteng keramik membutuhkan sudut kemiringan sekitar 30 derajat, sedangkan asbes butuh sekitar 15 derajat. Jika hal tersebut tidak diperhatikan dengan baik, air hujan disertai angin bisa saja masuk melalui celah genteng.

 

Pemasangan baut atau paku pada atap dan genteng asbes harus juga diperhatikan. Pemasangan asbes ini tidak bisa dilakukan dengan menggunakan paku biasa. Dalam pemasangan asbes ini gunakanlah baut yang dilapisi karet, oleh karena itu asbes harus dibor terlebih dahulu.

 

Pada daerah tropis, penggunaan genteng keramik sangat disarankan, karena lebih tahan terhadap perubahan suhu yang cukup tinggi pada daerah tropis.

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me