Apartemen TOD Cocok untuk Generasi Langgas

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kaum milenial atau generasi langgas sekarang memang lagi naik daun. Maklum, mereka punya karakter yang sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Sampai-sampai karakter generasi kelahiran 1980-2000 itu disebut-sebut merusak tatanan. Seperti dijelaskan konsultan properti Savills, karakter mereka antara lain tech-savvy alias sangat fasih dengan teknologi terkini, berjiwa wirausahawan, fleksibel dan menyukai tantangan, sehingga suka pindah-pindah kerja. Lalu peduli dengan lingkungan hidup dan sosial, juga partisipatif dan suka bekerja dalam tim atau terbuka untuk berkolaborasi.

Ilustrasi perkantoran di CBD Jakarta (Foto: shutterstock)

Ilustrasi perkantoran di CBD Jakarta (Foto: shutterstock)

Seiring ketidakpastian yang makin tinggi terhadap kondisi geopolitik dan perekonomian dunia, keberadaan mereka membuat lingkungan kerja berubah. Berdampak tidak saja pada desain ruang, juga pilihan tempat kerja. “Ruang kerja yang disukai adalah yang berkonsep fleksibel, memunculkan istilah-istilah baru macam hot desk, ruang kolaborasi dan quiet zones,” kata Anton Sitorus, Head of Research & Consultancy Savills Indonesia saat menyampaikan hasil survei properti Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) di Jakarta pekan lalu. Hal inilah yang kemudian memunculkan istilah co-working space. Ruang kerja yang bisa dipakai bersama dan paruh waktu sesuai tempo yang dibutuhkan.  

“Sesuai karakternya, dalam memilih tempat kerja mereka menyukai lokasi yang dekat dengan segalanya, mulai dari tempat makan, belanja juga fasilitas olah raga. Nah, ini bisa ditemui di central business district (CBD) di tengah kota,” kata Anton. Kedekatan dengan fasilitas-fasilitas tersebut, ujarnya lagi, berbeda dengan alasan pemilihan lokasi dari generasi di atasnya. Mereka lebih mempertimbangkan beberapa hal yang family oriented macam sekolah anak-anak dan fasilitas untuk keluarga.  

“Ini tantangan bagi pemilik gedung-gedung di CBD, juga peluang,” lanjut Anton. Kenapa generasi langgas perlu diakomodasi? Sebab jumlahnya kian mendominasi pasar tenaga kerja. Mengutip data Pew Research Center, tahun 2015 secara global jumlahnya 34 persen setara dengan jumlah generasi X. Trennya di masa yang akan datang jumlah mereka akan membesar diikuti generasi post millenial yang saat ini jumlahnya masih satu persen di pasar tenaga kerja.

Sejumlah permukiman skala kota di pinggir kota Jakarta seperti BSD City, Alam Sutera atau Cikarang memang berlomba membangun CBD. Namun, menurut Anton, ruang-ruang komersial di sana tidak bisa disebut pesaing. “Kelebihan CBD Jakarta adalah sistem transportasinya yang sudah lebih mapan dan terus dikembangkannya jaringan transportasi publik seperti MRT, LRT dan pengembangan busway,” terangnya.

Lagi pula bukan hal mudah bagi sebuah perusahaan, apalagi yang berukuran besar, untuk pindah kantor ke daerah pinggiran. Waktu Unilever pindah ke BSD City, ungkapnya, perlu ada semacam masa transisi dan menyiapkan dana kompensasi bagi karyawannya.

Lokasi nonCBD bisa jadi pilihan sepanjang jaringan infrastrukturnya mendukung. Sebab itu pengembangan proyek hunian yang terintegrasi transportasi massal atau transit oriented development (TOD) diperkirakan akan jadi tren di masa mendatang. “Konsep ini memungkinkan semua tempat bisa dijangkau dengan mudah dan ini akan disukai generasi milenial,” ujar Anton.

Menurut data Savills Indonesia, hingga akhir tahun 2017 di dalam CBD Jakarta ada enam juta meter persegi ruang kantor. Jumlah itu setelah adanya tambahan 515 ribu m2 dari gedung-gedung baru yang siap beroperasi tahun 2017. Hingga tahun 2020 diperkirakan ada tambahan total 1,4 juta m2 ruang kantor baru yang 56 persennya berada di daerah Sudirman.

Sayangnya, meski penyerapan cenderung mulai naik, tapi karena jumlah pasok masih lebih besar, membuat tingkat kekosongan terus menanjak hingga tahun depan. Di tahun ini tingkat kekosongan berkisar 21,5 persen, tahun depan naik jadi 26 persen. “Sedikit menurun tahun 2019 dan 2020 tapi itu masih di atas 25 persen,” jelas Anton.

Akibatnya harga masih terus menurun dan baru akan mulai naik tahun 2020. Tahun ini tarif sewa turun 6,4 persen dibandingkan tahun lalu. Dan mengikuti tren yang ada, juga dalam rangka mengakomodasi kebutuhan generasi langgas, pengelola-pengelola co-working space akan menjadi pengisi gedung-gedung perkantoran yang ada di CBD.

housing-estate.com