Cegah Salah Sasaran, Penyaluran FLPP Diperketat

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono memberi tanggapan terhadap berbagai keluhan soal penyaluran KPR bersubsidi. Penyaluran KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini belakangan ini dinilai terlalu ketat dan banyak syaratnya. Menurut Basuki, berbagai persyaratan itu dibutuhkan agar subsidi dan kemudahan yang diberikan pemerintah tidak disalahgunakan dan tepat sasaran.

Menpupera Basuki Hadimuljono

Menpupera Basuki Hadimuljono

Sebagai menteri perumahan  Basuki menyatakan dirinya harus dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana itu. Selama ini cukup banyak subsidi di bidang perumahan diterima yang tidak berhak.  “Misalnya rumahnya untuk investasi, yang seperti ini tidak bisa lagi. Anggaran perumahan yang terus meningkat harus tepat sasaran,” ujar Basuki pada acara penandatanganan kerja sama penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan 40 bank di Jakarta, awal pekan ini.

Pemerintah, jelas Basuki, ingin menutup celah terjadinya salah sasaran dalam penyaluran program subsidi perumahan. Ia menunjuk rumah yang seharusnya dibeli mereka yang bergaji maksimal Rp4 juta dibeli orang yang bukan dari kategori itu. Orang bisa mendapatkan program dengan cara mengakali.

“FLPP itu bunganya 5 persen selama 20 tahun, uang muka cuma 1 persen, ada bantuan uang muka Rp4 juta, belum bantuan prasarana, sarana, utilitas (PSU). Itu uangnya negara, uang rakyat, bukan uangnya Bank BTN. Makanya ini harus kita lindungi,” tegasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me