Harga Jual Kondominium di Jakarta Turun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Membeli properti pasti untung karena harganya tidak pernah turun. Begitu kalimat yang sering kita dengar dari developer dan broker. Tapi hal tersebut bisa dibantah, sebab tahun ini harga jual rata-rata kondominium di Jakarta turun dibanding harga tahun lalu. Turunnya memang tidak besar, hanya tiga persen, di mana penurunan terbesar dialami kondominium menengah bawah, yakni sembilan persen. Demikian menurut survei Savills Indonesia terhadap properti di Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek kwartal akhir 2017 di Jakarta, pekan lalu.

Tower Sapphire (kiri) apartemen Sentra Timur Residence, Pulo Gebang, Jakarta Timur, sudah terjual 70 persen dan akan melakukan topping off (penutupan atap) Kamis, 23 November 2017. (Foto: Dok. Sentra Timur Residence).

Tower Sapphire (kiri) apartemen Sentra Timur Residence, Pulo Gebang, Jakarta Timur, sudah terjual 70 persen dan akan melakukan topping off (penutupan atap) Kamis, 23 November 2017. (Foto: Dok. Sentra Timur Residence).

Harga yang diberikan pengembang kondominium atawa apartemen strata memang terlihat naik. Tapi diskonnya membesar sehingga harga jual riil menjadi lebih rendah daripada harga setahun lalu. Harga jual rata-rata apartemen kelas menengah atas di Jakarta kini rata-rata Rp35 juta/m2, kelas menengah sekitar Rp23 juta.

Menurut Anton Sitorus, Head of Research & Consultancy Savills Indonesia, hal itu karena penjualan yang merosot. Turunnya penjualan memang tidak banyak, rata-rata hanya dua persen, dari 69 persen tahun 2016 menjadi 67 persen tahun 2017. Tingkat penjualan tertinggi dicapai kondominium menengah atas, yaitu 80 persen. Yang terburuk tingkat penjualan apartemen strata kelas menengah yang tidak sampai 60 persen.

Jumlah unit terjual dari proyek baru di dalam kota Jakarta tahun 2017 untuk semua kelas sebanyak 6.000 unit. “Jumlah ini hanya 60 persen dari jumlah unit terjual tahun lalu,” ungkapnya.  

Sudah pasar melemah, penawaran baru apartemen di Jakarta juga harus bersaing dengan proyek serupa yang kian menjamur di wilayah pinggirannya seperti Tangerang Raya dan Bekasi. “Apalagi dibanding apartemen di tengah kota Jakarta, harga apartemen di kota-kota sekelilingnya lebih terjangkau sehingga konsumen lebih memilih ke situ,” terang Anton.

Hal itu terjadi karena pemerintah tidak bisa mengendalikan harga tanah dan menyerahkannya ke hukum pasar, membuat harga jual kondominium tidak terkendali. “Yang terjangkau nanti makin menjauh dari Jakarta,” katanya.

Survei Savils menunjukkan, tahun 2017 pasok apartemen baru di Jakarta hanya bertambah sembilan persen dari pasok tahun lalu. Pasok adalah apartemen yang sudah jadi atau siap huni. Tambahan sebanyak 12.900 unit itu membuat jumlah kondominium di Jakarta sekarang mencapai 138 ribu unit.

Masih seperti tahun-tahun lalu, pasok di Jakarta Timur adalah yang tersedikit, hanya 11 persen dari jumlah tersebut. Savils memproyeksi di tahun 2018 jumlah unit baru yang siap huni akan berlipat dua kali daripada tahun ini. Sampai tahun 2021, total akan ada tambahan pasok sebanyak 70 ribu unit. Ini membuat tambahan pasok rata-rata sepanjang 2018-2021 adalah mencapai 17.500 unit per tahun, hampir dua kali lipat dari tambahan pasok rata-rata sepanjang 2013-2017 yang 9.700 unit.

 

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me