BTN Sudah Tujuh Kali Sekuritisasi Aset Senilai Rp7 Triliun

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Ingat rumah, ingat Bank BTN. Bisa demikian karena selama 41 tahun sejak 1976  BTN konsisten menggeluti dan fokus pada pembiayaan perumahan. Sebanyak 80% kreditnya disalurkan ke sektor perumahan. Ini berbeda dengan bank lain yang hanya 10-20%  kreditnya masuk ke perumahan. Pengalaman panjang itu membuat BTN lebih unggul dibandingkan bank lainnya dalam penyaluran kredit perumahan.

KPR BTN Digital: Digital banking mengubah cara berpikir dan melakukan transformasi proses bisnis mengikuti perubahan pasar dan perkembangan teknologi. (Foto: Susilo Waluyo/HousingEstate).

foto : dok. Majalah Housing Estate

“Kami sudah ditempa dengan pengalaman penyaluran KPR, karena memulai duluan wajar kalau pengalaman kita lebih dibandingkan yang lainnya. Perjalanan panjang menjalankan bisnis pembiayaan perumahan khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini akan terus kami kembangkan,” ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono pada acara media gathering di Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/12).

Bank BTN, lanjut Maryono, merupakan bank pertama yang melakukan sekuritisasi aset KPR untuk mendapatkan dana segar dari pasar modal. Dana tersebut disalurkan lagi untuk pembiayaan perumahan sehingga nilainya terus membesar. Bank BTN telah melakukan sekuritisasi aset KPR-nya hingga tujuh kali dengan nilai Rp1 triliunan setiap kali sekuritisasi.

Karena pengalaman panjang itu BTN paling siap menjalankan skema KPR bersubsidi untuk mendukung pembangunan rumah murah. Saat ini porsi penyaluran KPR subsidi Bank BTN hampir 90 persen, sisanya bank lain. Maryono menyebutkan,  penyaluran KPR khususnya rumah bersubsidi menjadi penopang pertumbuhan BTN rata-rata 20 persen. “Ini jauh di atas pertumbuhan perbankan nasional sebesar 10 persen. Pertumbuhan ini akan kita maintenance dengan sistem dan pelayanan yang lebih baik,” jelasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me