Data Simpang Siur, Keberhasilan Sejuta Rumah Sulit Diverifikasi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Program pembangunan sejuta rumah tahun 2017 sulit diukur  tingkat keberhasilannya. Hal ini disebabkan data yang tersaji dari berbagai pihak terkait berbeda-beda. Kalangan developer mengklaim berhasil menunaikan program ini dengan menyajikan angka realisasinya tapi penyaluran KPR-nya tidak sesuai dengan jumlah yang diklaim.

Contoh rumah sederhana yang ditawarkan di CitraMaja Raya (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

Contoh rumah sederhana yang ditawarkan di CitraMaja Raya (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

Pengembang anggota asosiasi Realestat Indonesia (REI)  sudah membangun 200 ribu rumah. Sedangkan developer dari Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengklaim membangun 150 ribu unit.  Pemerintah sendiri menyebutkan jumlah rumah yang terbangun sebanyak 765.120 ribu unit . Dari angka ini rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 619.868 unit.

Angka tersebut jauh lebih besar dari jumlah KPR bersubsidi yang disalurkan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). KPR yang disalurkan  tahun 2017 nilainya Rp2,4 triliun untuk membiayai 21.500 rumah. PPDPP merupakan unit di bawah Kemenpupera yang mengelola dan menyalurkan dana FLPP.

Bagaimana dengan Bank BTN yang porsinya dalam penyaluran FLPP paling besar? Pada tahun 2015 realisasi penyaluran FLLP Bank BTN lebih dari 474 ribu unit dan tahun 2016 naik menjadi 570 ribu unit. Tahun 2017 BTN tidak menyalurkan FLPP diganti penyaluran program subsidi selisih bunga (SSB).

Pertanyaannya, mengapa terjadi perbedaan angka sedemikian besar? Menurut Direktur Bank BTN Iman Nugroho Soeko, jumlahnya menjadi besar karena yang dihitung kredit konstruksi yang diberikan kepada pengembang, bukan penyaluran KPR FLPP.  “Jadi yang dihitung total unit yang dibangun melalui kredit konstruksi, karena nantinya KPR-nya kita juga yang memberikan,” katanya kepada housing-estate.com pada diskusi ‘Membuka Ruang FLPP untuk Menyukseskan Program Sejuta Rumah’ di Bogor, Minggu (24/12). Acara ini juga dihadiri Direktur Utama BTN Maryono dan Kepala Ekonom Bank BTN Winang Budoyo.

Iman menyebut, tahun 2018 BTN siap untuk menyalurkan lagi KPR FLPP yang tahun ini dihentikan, selain SSB. Sumber dana FLLP 90% berasal dari pemerintah, 10 persen disediakan bank. Sedangkan  dana untuk SSB 100%  ditalangi bank dulu dan nanti selisihnya diganti oleh  pemerintah. Misalnya bunga pasar 12%  selisih bunga yang harus dibayar  7% karena bunga KPR FLPP sebesar 5%. Dikatakan, bank lebih senang pola SSB karena prosesnya lebih simpel dan margin keuntungannya lebih besar.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me