Mau Jual Properti ke Milenial? Sales Properti Harus Pahami Perilaku Milenial

Big Banner
Ilustrasi Milenial (Rumah123/Realestate.com.au)

Generasi milenial merupakan generasi yang paling melek dan akrab dengan teknologi. Mereka biasa mengakses internet untuk mencari informasi.

Coba cek saja kalau mereka pasti memiliki aplikasi percakapan seperti WhatsApp, Line, Telegram, dan lainnya. Mereka juga bisa memiliki beragam platform media sosial mulai Facebook, Twitter, Path, Instagram, Pinterest, LinkedIn, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Milenial Mau Punya Rumah? Atur Pengeluaran dan Punya Tabungan!

Bagi para tenaga pemasaran dan penjualan properti sudah seharusnya mulai memahami dan menggunakan digital marketing untuk memasarkan produk properti kepada generasi milenial.

Digital marketing memiliki banyak keunggulan dibandingkan pemasaran melalui media konvensional terutama dalam hal jangkauan, biaya, efektivitas, dan lainnya.

Baca juga: Punya Rumah Sendiri Penting Banget Lho Bagi Kesehatan Mental Milenial

“40 persen pembeli itu milenial saat ini, pada 2022 malah ada 60 persen pembeli milenial. Penting tahu siapa mereka, mereka mau apa, mereka gimana. Ya, understand behaviour, pahami perilaku,” ujar Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung.

Hal ini diungkapkan Untung dalam workshop Digital Marketing yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jakarta Selatan di kantor DPD REI Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kalau Milenial Mau Memaksa Menabung, Bisa Kok Punya Hunian

Menurut Untung, tenaga pemasaran mesti mulai memahami perilaku generasi milenial dan juga mengerti digital marketing. Setelah itu, dia bisa memasarkan produk propertinya kepada generasi milenial.

Seorang tenaga pemasaran tidak perlu memahami digital marketing secara teknis dan menyeluruh. Namun, memanfaatkan digital marketing menjadi suatu keharusan.

Baca juga: Milenial Mau Cari Hunian? Cari yang Dekat Kantor Aja, Bisa Hemat

Generasi milenial lebih suka mencari sesuatu melalui mesin pencari, media online, dan juga referensi media sosial. Kalau tenaga pemasaran tidak menggunakan digital marketing, bagaimana mau memasarkan produknya?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me