Kaleidoskpo Properti 2017, Pemerintah pun Bangun Daftar Panjang Hunian TOD

Big Banner
Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

  

Hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) kerap diberitakan sepanjang 2017. Memang banyak hal yang bisa dihemat, selain waktu, juga energi dan isi kocek kalau kamu punya hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, semisal kereta api.

 

Rencana pemerintah menggenjot pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunamai) dan apartemen sederhana milik (Anami) yang terintegrasi jaringan transportasi publik gencar diwartakan sepanjang 2017.

 

Sampai saat ini, ada 5 proyek hunian TOD yang digadang-gadang, yakni yang berlokasi di Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Pondok Cina, Stasiun Senen, Stasiun Juanda, dan Stasiun Tanah Abang. Kesemua hunian di stasiun tersebut merupakan sebagian dari 13 lokasi pengembangan hunian berkonsep TOD yang pembangunannya diupayakan pemerintah sesegera mungkin.

 

Selanjutnya, proyek hunian TOD akan berlanjut di Stasiun Jurangmangu dan Rawabuntu di Tangerang Selatan, Banten. Total ada 37 lokasi hunian TOD yang akan dibangun pemerintah.

 

Baca juga: Gimana Cara Memiliki Hunian TOD?

 

Ke-5 proyek TOD yang sering diberitakan yakni:

 

1.TOD Tanjung Barat

 

Ada 1.232 unit Rusunami dan Anami yang akan dibangun Perum Perumnas dan PT KAI ini. Hunian yang akan berdiri di atas lahan bekas parkir di Stasiun Tanjung Barat ini, 300 unit di antaranya dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Bagi MBR (subsidi), harga terendah yaitu Rp 9,2 juta untuk unit seluas 22 meter, jadi sekitar Rp202 juta.

 

Sedangkan, untuk Anami (non-subsidi), harganya berkisar Rp16-18 juta per meter persegi. Jadi harga terendahnya sekitar Rp512 jutaan untuk luas unit 32 meter persegi.

 

Baca juga: Hunian TOD Maja, Kesempatan Kamu Beli Hunian Berkualitas Seharga Rp200 Jutaan

 

  1. TOD Stasiun Senen

 

Proyek ini besutan bersama antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Total unit yang dibangun yaitu 1.362 unit, terdiri atas 480 unit rusunami dan 882 unit anami. Rusunami ini akan dilengkapi dengan kawasan komersial berupa pertokoan yang terletak di lantai 1 dan 2. Selain itu, juga akan dilengkapi dengan lahan parkir yang terdiri atas tiga lantai di atas kawasan komersial.

 

Adapun untuk harga yang ditawarkan yaitu Rp7 juta per meter persegi. Dengan luas tipe 32 meter persegi, diperkirakan harganya Rp224 juta per unitnya. Sedangkan untuk anami, harga yang ditawarkan dua kali lipat dari harga rusunami.

 

Baca juga: Vittoria Residence, Hunian TOD yang Dekat Stasiun Bojong Indah, Mau?

 

  1. TOD Stasiun Juanda

 

Tersedia 627 unit hunian yang dibangun bersama antara PT Pembangunan Perusahaan (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini.

 

Dari jumlah tersebut, 36 persen di antaranya khusus bagi MBR. Harga yang ditawarkan untuk proyek rusunami ini Rp7 juta per meter persegi. Jadi, untuk unit rusunami dengan luas 32 meter persegi harganya sekitar Rp224 juta.

 

Di seberang hunian ini ada dua tempat ibadah terbesar, yakni Gereja Katedhral Jakarta dan Masjid Istiqlal. Moda transportasi berupa kereta rel listrik (KRL) dengan jarak tempuh terjauh yaitu Stasiun Jakarta Kota untuk di Barat, dan Stasiun Bogor untuk di wilayah Selatan.

 

Baca juga: Hunian TOD Cikunir Mulai Rp400 Jutaan, Beli Yuk!

 

  1. TOD Tanah Abang

 

Hunian TOD ini juga digarap PT Pembangunan Perusahaan (Persero) Tbk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Di bangun di atas lahan seluas 6,2 hektare yang terbagi atas empat stackingStacking 1 terdiri atas 700 unit, yang 35 persennya khusus bagi MBR.

 

Harga yang dipatok yaitu Rp7 juta per meter persegi atau sekitar Rp224 juta untuk unit dengan luas 32 meter persegi. Hunian TOD ini dekat dengan pusat perbelanjaan kulakan Pasar Tanah Abang.

 

  1. TOD Manggarai

 

Rencananya, PT PP Tbk (PT PP) mengembangkan megaproyek dengan investasi Rp215 triliun ini dengan menggandeng konsultan internasional yang mengembangkan TOD Hongkong.

 

Dengan luas 60 hektare, kawasan hunian TOD Stasiun Manggarai bisa lebih luas ketimbang TOD lain di Jakarta, sehingga bisa menyediakan hunian lebih banyak bagi maasyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

 

Total luas bangunan yang akan dikembangkan mencapaai 11,2 juta meter persegi. Kawasan TOD tersebut akan dibangun di sebagian lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan sebagian lagi masih membutuhkan lahan pembebasan.

 

PT PP akan mengembangkan kawasan TOD tersebut dengan anak usahanya, PT PP Properti Tbk (PPRO), juga akan menggandeng perusahaan BUMN lain yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

 

Baca juga: Siap-Siap, Hunian TOD Lebak Bulus Dibangun Tahun Depan!

 

Sampai tahun depan, konsep hunian TOD ini akan dimatangkan. Selain memenuhi kebutuhan hunian bagi MBR, hunian TOD harus nyaman untuk ditinggali meskipun terkategori subsidi. Tak heran Menteri BUMN Rini Soemarno meminta setidaknya luasan unitnya 32 meter persegi.

 

Selain hunian TOD tersebut, Rusun Klender juga rencananya akan direnovasi Perumnas menjadi hunian TOD Klender.

 

Perum Perumnas juga dikabarkan membangun hunian TOD di Antapani, Bandung. Perumnas akan membangun dua tower Sentraland Antapani. Hunian vertikal ini terkoneksi dengan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Metro Kapsul Bandung di kawasan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat.

rumah123.com