Kaleidoskop Properti 2017, Hadirnya RPTRA Bikin Wajah Jakarta Lebih Manusiawi

Big Banner
RPTRA Kalijodo. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

  

Hadirnya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di tengah permukiman warga memberikan manfaat yang besar. Warga jadi bisa berinteraksi sosial di tempat ini. Berbagai kegiatan bahkan tercatat telah berjalan rutin di sejumlah RPTRA, sebut saja penyuluhan, pelatihan, senam anak-anak dan lansia.

 

Seratus RPTRA di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa, 10 Oktober 2017, diresmikan. Selanjutnya, pada awal Desember 2017, Pemerintah Kota Jakarta Utara merampungkan pembangunan 20 RPTRA.

 

Sebelumnya, tercatat Jakarta Utara telah memiliki 42 RPTRA yang tersebar di 6 kecamatan, yakni Koja, Cilincing, Tanjung Priok, Kelapa Gading, Penjaringan, dan Pademangan. Tambahan 20 RPTRA baru tersebut membuat Jakarta Utara memiliki total 62 RPTRA yang tersebar di enam kecamatan tersebut.

 Baca juga: RPTRA, Tempat Hiburan ‘Pesaing’ Mal di Jakarta 

Dari 20 RPTRA yang dibangun di antaranya adalah Taman Walang di Kecamatan Koja, Taman Sena, Taman Taruna RW 04, Kampung Malaka RW 06, dan Semper Barat RW 05, serta Rusun Marunda di Kecamatan Cilincing. Kemudian RPTRA Kampung Cinta di Tanjung Priok, RPTRA Rusun Muara Baru, dan RPTRA Kapuk Muara di Penjaringan.

 

Sejumlah RPTRA juga dibangun di Jakarta Barat. Pada Selasa (26/9/2017), Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan, serta Pembangunan Daerah Kejaksaan Negeri (TP4D) bersama Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Barat meninjau ke sejumlah lokasi pembangunan RPTRA Jakarta Barat. Ada 4 lokasi pembangunan RPTRA tersebut, yakni Wijayakusuma, Kembangan Utara, Meruya Selatan, dan Meruya Utara.

 

Total proyek pembangunan RPTRA di Jakarta Barat selama 2017 ada 20 lokasi yang diresmikan pada awal Oktober 2017.

 

Di Jakarta Selatan ada Taman Zodia, tepatnya berlokasi di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan. Di taman ini anak-anak bisa bermain perosotan dan ayunan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini memang sedang gencar mewujudkan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Di samping itu, pembangunan RPTRA juga terus berlanjut.

 

Baca juga: Keceriaan Bermain dan Berinteraksi di Kalijodo 

 

RTH dan RPTRA seperti menjawab kebutuhan hiburan anak-anak dan keluarga. Seperti diketahui, beberapa tahun belakangan, anak-anak sulit menemukan taman bermain di Jakarta. Saat akhir pekan, orangtua pun lebih memilih membawa anaknya ke mal.

 

Tak melulu menunggu pemerintah yang membangun, developer juga idealnya melakukan hal yang sama di proyek besutannya. Jadi, tak hanya berpikir membangun pusat perbelanjaan, tapi juga taman bermain untuk penghuni.

 

Ruang publik, apalagi yang terbuka hijau, saat ini di Kota Jakarta masih minim jumlahnya. Sementara penduduk kota ini terus saja berkembang, sehingga ruang semakin sesak.

 

Baca juga: Asiana Group Bantu Pemprov DKI Jakarta Wujudkan RTH

 

Semakin banyak ruang publik akan membuat Kota Jakarta semakin tampak lapang, ramah, dan manusiawi. Ruang publik terbuka apalagi hijau tentunya berperan menciptakan karakter masyarakat kota.

 

Tanpa ruang-ruang publik, masyarakat yang terbentuk cenderung individualis dan tak mampu berinteraksi apalagi bekerja sama satu sama lain. Karenanya, dibutuhkan desain ruang terbuka publik yang minim sekat yang saling terkoneksi.

 

Jadi, ruang publik yang dibangun bukan hanya bertujuan mewadahi aktivitas masyarakat, melainkan juga agar mereka saling berinteraksi.

 

Demikian buah pikiran arsitek kesohor Yori Antar yang dipercaya Asiana Group dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk merancang Ruang Terbuka Hijau (RTH) TBS Park seluas satu hektare di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me