Apa Kabar Kereta Cepat Jakarta-Bandung? Udah 2018 Nih!

Big Banner

 

Miniatur Kereta Cepat Indonesia-China dalam suatu pameran. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

  

Apa kabar proyek kereta cepat Jakarta-Bandung? PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) selaku pengembang proyek ini menargetkan pengerjaan fisik pembangunannya pada Maret 2017. Ini sejalan dengan rencana cairnya pinjaman proyek dari China Development Bank (CDB) yang diharapkan selesai Maret 2017.

 

“Pekerjaan fisik secara parsial akan dimulai dari kawasan Walini dan ditargetkan bisa dilakukan di 26 kilometer pertama, ada beberapa lokasi lainnya,” kata Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi, seperti dikutip Antaranews.com, beberapa waktu silam.

 

Akan tetapi, hingga Maret 2017 berakhir, tanda-tanda informasi kegiatan fisik proyek ini belum ada juga. Diberitakan bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno pernah mengungkapkan bahwa proyek ini memang masih mengalami kendala. Salah satunya yakni upaya revisi soal aturan tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional.

 

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta–Bandung akan Hadirkan Kota Baru

 

Seperti dikutip CNN Indonesia, Jumat (6/10/2017), Rini memastikan pembangunan penuh proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung segera dimulai paling lambat akhir Oktober 2017.

 

Menurut Rini, konstruksi terowongan jalur kereta di wilayah Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, membutuhkan waktu pembangunan paling lama yakni 26 bulan. Maka itu, kontraktor akan mulai membangun terowongan Halim sebelum akhir Oktober agar proses pengerjaan lebih efektif.

 

“Akhir Oktober bakal betul-betul full konstruksinya. Terowongan Halim paling lama, waktu pengerjaan seluruhnya sampai Februari 2020,” ujar Rini.

 

Baca juga: Kapan Ya Penumpang Kereta di Indonesia Pakai Tiket Microchip Seperti di Swedia?

 

Selama ini, menurut Rini, salah satu proses yang paling menghabiskan waktu lama adalah pembebasan lahan dan finalisasi penentuan lokasi proyek.

 

Pemerintah semula berharap bisa membangun jalur kereta cepat benar-benar bersebelahan dengan jalur Tol Jakarta-Bandung. Namun, hal itu sulit diwujudkan karena kontur tanahnya.

 

“Kontur di sebelah-sebelah jalan tol berbelok-belok, sedangkan kereta cepat tak bisa banyak belokan karena tidak akan bisa jadi cepat,” katanya.

 

Baca juga: Kapan Ya Punya Stasiun Kereta Keren Kayak Gini?

 

Pada akhirnya, diputuskan jalur kereta yang bersebelahan dengan jalan tol hanya 43 kilometer, sisanya menjauh dari jalan tol. Sementara itu, total terowongan yang akan dibangun juga cukup banyak yakni 22 terowongan. Jadi, proses pemeriksaan lahan butuh waktu lama. Jadi, sabar aja ya!

 

Proyek kereta cepat Jakarta–Bandung disinyalir akan memicu laju pertumbuhan ekonomi, sehingga memunculkan kota-kota baru di Jawa Barat. Jalur kereta cepat ini dalam beberapa tahun ke depan akan dilintasi oleh transportasi kereta cepat massal berteknologi tinggi.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me