Kendati Lagi Malas Belanja, Sharp Tetap Fokus Garap Pasar Menengah Atas

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasar menengah ke atas di Indonesia  diperkirakan  mencapai 140,9 juta orang atau 52,7 persen pada 2020. Karena itu PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kedepan akan lebih focus menghadirkan barang-barang elektronik rumah tangga untuk kelas tersebut termasuk lemari es.

Lemari es terbaru Sharp bernama Grand Vetro berkapasitas 300-684 liter seharga Rp5,6–11,5 juta per unit. (Foto: Dok. Sharp)

Lemari es terbaru Sharp bernama Grand Vetro berkapasitas 300-684 liter seharga Rp5,6–11,5 juta per unit. (Foto: Dok. Sharp)

Yang terbaru seri Grand Vetro dan jajaran lemari es yang dijejali teknologi J-Tech Inverter yang dirilis pertengahan Desember.

Walaupun populasi kelas ini terus bertumbuh, National Sales General Manager SEID Andry Adi Utomo tak menampik, secara keseluruhan pasar lemari es di Indonesia tahun 2017 menurun 5-8 persen. “Kendati demikian, penjualan kulkas Sharp sendiri masih tumbuh tipis 3-6 persen. Khusus kelas menengah atas, buy power-nya tidak menurun, hanya terjadi perlambatan. Kalau 2015-2016 pertumbuhannya kan 5-10 persen,” katanya di Jakarta pekan lalu.

Andry berpendapat, melambatnya konsumsi kalangan menengah atas itu disebabkan terjadinya pergeseran tren belanja masyarakat dari barang-barang elektronik ke liburan. “Mereka saving money untuk membeli produk elektronik, tapi mengalokasikan uang simpanannya untuk berlibur. Kondisi ini sedang booming di Indonesia. Apalagi banyak tawaran paket hotel dan pesawat yang murah,” jelasnya.

Product Strategy Group Assistant General Manager SEID Andrew Gultom menambahkan, relatif rendahnya tingkat kebutuhan saat ini terhadap barang-barang elektronik rumah tangga seperti kulkas, AC, TV, sound system dan perlengkapan dapur berdampak pada kecenderungan kelas menengah atas untuk menahan belanjanya.

“Kemungkinana barang yang dimiliki sudah lengkap dan relatif tidak banyak kerusakan. Jadi pakai yang ada dulu. Juga bisa jadi kelas ini agak sensitive terhadap berbagai kebijakan pemerintah terutama soal pajak dan masalah keamanan. Jadi, lebih baik uang disimpan di bank daripada beli barang,” katanya.

Saat ini Sharp mengklaim sebagai market leader di pasar lemar es dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 26,6 persen, atau naik sekitar dua persenan dari tahun 2016 yang 24,5 persen. Tahun 2018 Sharp menargetkan kenaikan market share hingga 30 persen dengan target penjualan 60.000 unit.

Tahun ini market share lemari es Sharp di kelas inverter 18 persen dan ditargetkan naik 30 persen tahun 2018. “Makanya walaupun kelas menengah atas agak melambat belanjanya, mereka masih memiliki dana besar di bank, karena ada kecenderungan masyarakat atas menahan belanja dan di saat bersamaan simpanan di bank meningkat,” urai Andrew.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me