Apa Aja Sih Biaya-Biaya yang Harus Kamu Bayar Kalau Tinggal di Apartemen?

Big Banner

Foto: Rumah123/iStock

  

Masih bingung mau beli rumah atau apartemen? Kalau dari harga belinya, boleh jadi apartemen memang lebih murah ketimbang rumah. Seiring meningkatnya harga lahan di kota besar dari tahun ke tahun, maka apartemen merupakan pilihan yang rasional. 

 

Akan tetapi, gimana kalau dari besarnya biaya hidup di masing-masing hunian tersebut? Kalau tinggal di rumah, mungkin biaya yang harus dibayarkan tiap bulan paling ga adalah biaya kebersihan dan keamanan. Kalau di apartemen? Nah, ini yang mungkin kamu belum tahu.

 

Baca juga: Mana Lebih Untung, Investasi Rumah Ataukah Apartemen?

Berikut ini biaya-biaya yang wajib kamu bayar saat tinggal di apartemen:

 

1.Biaya Pemeliharaan (maintenance)

Uang yang harus kamu keluarkan untuk pos ini tergantung pada luas unit apartemenmu. Kalau tak terlalu luas, biaya maintenance pun biasanya ga gede. Rata-rata biaya maintenance apartemen di Jakarta yakni Rp10-15 ribu per meter persegi. Semisal luas unit adalah 36 meter persegi, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan berkisar Rp360-540 ribu.

 

  1. Biaya Sinking Fund

 

Mirip dengan biaya maintenance. Bedanya, biaya ini digunakan untuk memelihara dan memperbaiki fasilitas apartemen. Sebut saja lift, saluran air, sampah, dan jaringan listrik. Besaran biaya sinking fund berbeda-beda. Bisa 10-15 persen dari biaya maintenance tergantung pada kebijakan pengelola apartemen dan fasilitas yang disediakan. Meskipun sedang tidak ada kerusakan yang terjadi pada fasilitas apartemen, tapi biaya ini tetap ditagihkan.

 

Baca juga: Lagi Cari Apartemen Murah di Jakarta? Penting Nih Buat Milenial dan Investor

  1. Biaya Air dan Listrik

Perlu kamu ketahui bahwa biaya air dan listrik berbeda dengan biaya perawatan air dan listrik. Untuk khusus penggunaan air dan listrik, kamu harus membayar setiap bulan. Tarif dasar air dan listrik di apartemen lebih tinggi dibandingkan dengan di rumah tapak. Mengapa? Karena apartemen digolongkan bangunan komersial.

 

  1. Biaya Parkir

 

Biaya parkir di apartemen bervariasi, tergantung pada kebijakan pihak pengelola. Ada yang menggratiskan kendaraan pertama, lalu mulai memberikan tarif untuk kendaraan selanjutnya. Ada juga yang memberlakukan bayar parkir semua kendaraan, biasanya ditagihkan pada akhir bulan. Tentu saja tagihan per bulan ini jatuhnya lebih murah ketimbang biaya parkir per jam.

 

Baca juga: Wah, Banyak Lho Apartemen di Bekasi, Mau Tinggal atau Investasi di Sini? 

 

  1. Biaya Renovasi dan Dekorasi

Beberapa apartemen memberlakukan biaya renovasi dan dekorasi. Biaya ini disebut fitting out. Banyak para penghuni apartemen mengeluhkan adanya biaya ini. Jadi, saat mereka ingin mengubah dekorasi apartemennya, harus membayarkan biaya kepada pengelola apartemen. Semisal mengganti warna dinding, memasang cermin, dekor ulang ruangan. Di beberapa apartemen, kalau tidak melaporkan perubahan dekor atau renovasi, terkena denda.

 

Baca juga: Ini Dia Biaya-biaya yang Wajib Bagi Penghuni di Sarusun

Meski ada biaya-biaya yang harus kamu bayarkan kalau tinggal di apartemen, namun ga berarti lebih baik kamu tinggal di rumah tapak. Setiap jenis hunian, apakah itu rumah atau apartemen, punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebut saja biaya transportasi yang bisa kamu tekan kalau tinggal di apartemen ketimbang rumah tapak yang jauh di pinggiran kota. Pada akhirnya, kamu sendirilah yang bisa menentukan lebih murah tinggal di apartemen ataukah di rumah tapak.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me