Millenials, Saatnya Kamu Beli Rumah di Jalur LRT, MRT dan Kereta

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Salah satu ciri kaum muda masa kini yang kerap disebut kaum milenial, kata Anton Sitorus, Head of Research & Consultancy Savills Indonesia, sebuah perusahaan konsultan properti asing, kalau memilih tempat kerja, lebih suka lokasinya dekat atau mudah dicapai dari berbagai tempat favorit mereka, mulai dari tempat makan, belanja, fasilitas olah raga, hangout, dan lain-lain.

LRT City Jaticempaka

LRT City Jaticempaka

Distrik pusat bisnis atau central business district (CBD) di pusat kota Jakarta memenuhi kriteria itu, karena fasilitas dan sistem transportasinya sudah lebih mapan dan terus dikembangkan, bukan hanya bus rapid transit (BRT) atau busway dan kereta komuter tapi juga angkutan massal berbasis rel atau mass rapid transit (MRT) dan kereta ringan atau light rail transit (LRT).

Berkaitan dengan itu, hunian yang dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD) atau terintegrasi dengan transportasi massal itu menarik untuk kamu kaum milenial. “Karena dengan transportasi massal itu, semua tempat termasuk tempat kerja bisa dijangkau dengan lebih mudah,” katanya kepada housing-estate.com akhir Desember lalu.

Apalagi, kota akan makin padat dan kemacetan lalu lintas kian menjadi, sehingga makin tidak layak dari sisi penghasilan mengandalkan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi sehari-hari di megapolitan seperti Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).

Nah, sekarang saat yang tepat memesan hunian di jalur transportasi massal yang umumnya sudah berupa apartemen itu. Sebagian harganya masih terjangkau kantong kebanyakan kaum milenial.

Misalnya, di jalur LRT Cawang–Cibubur–Bogor, superblok Podomoro Golf View (60 ha), Jl Tapos, Cimanggis, Kota Depok (Jawa Barat), masih  memasarkan unit tipe studio 22 m2 (net 19 m2) seharga Rp250 jutaan.

Bila dibeli dengan kredit pemilikan apartemen (KPA) 15 tahun, uang muka 10% atau Rp25 juta, dan bunga rata-rata 12% per tahun, cicilannya sekitar Rp2,7 juta/bulan atau terjangkau pekerja berpenghasilan Rp7 jutaan per bulan. Superblok itu kelak diintegrasikan dengan bakal stasiun LRT di Gunung Putri atau Cimanggis.

Contoh lain, Tamansari Urbano (3 menara/1.757 unit) di Jl Pintu Air. Kota Bekasi (Jawa Barat), yang bisa dicapai dengan berjalan kaki dari stasiun kereta komuter Bekasi, yang memasarkan tipe studio 21-22 m2 seharga Rp384 jutaan/unit. Serah terima unit dijadwalkan mulai akhir 2018.

“Lokasi apartemen benar-benar hanya selangkah dari  stasiun,” kata Landi R Mangaweang, Senior Vice President (SVP), Pengembangan & Pemasaran Properti Patra Jasa (PPJ), developernya.

Sementara Green Lake View di Jl Juanda, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Banten), beberapa kilometer dari depo MRT Lebak Bulus (Jakarta Selatan), menawarkan tipe studio 21,5 m2 seharga Rp320 juta atau sekitar Rp14-15 juta/m2.  Dengan KPA 15 tahun, bunga rata-rata 12% per tahun dan depe 10% atau Rp32 juta, cicilannya sekitar Rp3,45 juta/bulan atau terjangkau pekerja bergaji Rp11 jutaan/bulan sendiri atau patungan.

Makin penting memesan apartemen-apartemen itu sekarang karena harganya sedang tertekan dan masih sangat terbuka ditawar. Para pengembanganya juga rajin memberikan promo yang meringankan pembayaran seperti diskon depe, depe bisa dicicil lama, bebas biaya, bunga promo murah meriah baik diberikan sendiri oleh pengembangnya atau bekerja sama dengan bank penyalur KPR/KPA, dan banyak lagi.

Kalau membelinya setelah berbagai transportasi massal seperti MRT dan LRT itu mulai beroperasi (Agustus 2018), harga apartemennya sudah naik tinggi. Apalagi, pemerintah juga akan membenahi akses jalan ke stasiun atau terminal transportasi massal itu dari berbagai permukiman di sekitarnya.

Jalan Juanda, Ciputat, misalnya, rencananya akan dilebarkan ke kiri dan kanan masing-masing enam meter akhir tahun ini. “Saat pelebaran itu direalisasikan, harga apartemen di sini saya perkirakan tembus Rp17-18 juta per meter,” ungkap Fury Wardhana, Direktur Marketing PT Sartika Cipta Sejati (Cempaka Group), pengembang Green Lake View.

Masih cukup banyak apartemen dan perumahan lain di Jabodetabek yang terintegrasi atau mudah dicapai dari stasiun transportasi massal terdekat, dan harganya masih cukup terjangkau kaum milenial. Kamu bisa membaca daftar lengkapnya di liputan utama majalah HousingEstate edisi Januari 2018 yang beredar awal Januari ini.

housing-estate.com