Wismaya Residence Bisa Dipesan Lewat Video Call

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Langgeng Land, pengembang sejumlah apartemen di Jawa Barat dan Tengah, meluncurkan layanan telemarketing video call melalui aplikasi Whatsapp untuk mendongkrak penjualan apartemen Wismaya Residence di Jl Mayor Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sebelumnya pengembang hanya mengandalkan pemasaran telemarketing konvensional melalui seluler dan direct selling. Kini mengawali 2018 metode penjualan yang diterapkan semakin lengkap dan terintegrasi.

Sejak dimulainya pembangunan proyek (ground breaking) Januari 2016, progress konstruksi apartemen Wismya Residence sudah mencapai 24 persen. (Foto: Putri/housing-estate.com)

Sejak dimulainya pembangunan proyek (ground breaking) Januari 2016, progress konstruksi apartemen Wismya Residence sudah mencapai 24 persen. (Foto: Putri/housing-estate.com)

Business Development Director Langgeng Land Yuyu Y Kasim mengatakan, layanan tatap muka dari jarak jauh melalui fixline 0855 835 6677 ini dilansir untuk mempermudah calon konsumen memutuskan berinvestasi di Wismaya Residence.

Konsumen bisa mendapatkan info lebih banyak dalam satu kali komunikasi tanpa harus datang ke site project. Misalnya, melihat rupa show unit atau mengecek langsung kondisi terakhir pembangunan apartemen. “Di bisnis properti di Indonesia baru Langgeng Land yang punya (video call ini). Kami pionirnya,” ujarnya kepada housing-estate.com di Bekasi, Jumat (5/1/2018).

Yuyu menyebut, sebelum resmi diluncurkan ke public, pihaknya telah melakukan uji coba layanan tersebut selama dua bulan (November-Desember 2017). Hasilnya, sedikitnya per minggu ada 20 calon konsumen dan deal customer yang menggunakannya dengan rata-rata menghabiskan waktu 5-7 menit untuk berinteraksi dengan tim sales Wismaya.

“Respon pertama, konsumen kaget. Kok tiba-tiba diajak video call sama marketing kami. Setelah diangkat ternyata menjelaskan produk apartemen kami secara live. Responnya bagus karena konsumen melihat ada efektifitas di layanan ini,” terangnya.

 

Diminati anak muda

Pengembang juga menambahkan fasilitas Internet of Things khusus untuk pembelian unit di lantai 20 ke atas. Yaitu, berupa infrastruktur fiber optic untuk mendukung gaya hidup kaum urban yang gadget minded. Nantinya penghuni bisa mengatur suhu AC, kulkas atau lampu dari jarak jauh (maksimal 300 meter) melalui aplikasi tertentu yang sudah di-install di smartphone.

“Ini untuk menstimulasi penjualan unit di lantai atas yang umumnya jarang diminati. Makanya kami beri complimentary berupa fasilitas internet fiber optic,” kata Yuyu.

Dengan layanan dan fasilitas baru tersebut, Langgeng Land mengharapkan penjualan unitnya mudah diserap konsumen. Tahun ini pihaknya menargetkan unit terjual 70 persen dari total 2.316 unit (dua tower). Sepanjang tahun lalu ia mengklaim unitnya terserap 40 persen. “Sedikit melambat tapi target internal tercapai. Tahun ini kami optimis penjualan naik 30 persen karena beberapa lantai sudah deal dibeli sebuah perusahaan,” jelasnya.

Tipe yang ditawarkan mulai dari studio, studio deluxe, 1-3 kamar tidur (KOT) seluasa 21-65 m2 seharga mulai dari Rp13 jutaan/m2. Paling laku studio deluxe karena ukurannya 24 m2 yang diklaim tidak terlalu sempit saat dihuni kaum milenial.

“Pembeli milenial banyak, bahkan generasi Z juga ada. Termuda usia 19 tahun. Dia tertarik untuk investasi. Dia beli secara tunai bertahap 36 kali. Supaya lebih ringan kami beri program khusus berupa uang muka lima persen dicicil 24 bulan,” ujar Yuyu.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me