Akhir 2017, Penjualan dan Penyerapan Apartemen di Jakarta Seret

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Perusahaan konsultan properti Colliers International Indonesia merilis laporan pasar properti kuartal terakhir 2017 yang menggambarkan kondisi pasokan dan permintaan apartemen sepanjang 2017 di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Ilustrasi

Ilustrasi

Dalam riset tersebut Colliers mengungkapkan, secara keseluruhan pasar apartemen di Jakarta belum menunjukkan pemulihan signifikan. Selama kuartal-IV 2017 rasio pembelian apartemen pasca penawaran oleh pengembang (take-up rate) naik tipis 0,3 persen dari kuartal sebelumnya menjadi 85,9 persen. Kenaikan permintaan apartemen secara tahunan juga tercatat kurang dari 1 persen dibanding take up rates2016 (86,8 persen).

Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, menyebutkan pembeli yang masih didominasi investor membuat penjualan apartemen tersendat. “Situasi makro yang belum 100 persen pulih membuat investor menahan belanja properti termasuk apartemen. Sedangkan end user belum semuanya mau tinggal di apartemen karena banyak pertimbangan, mulai dari biaya yang lebih besar dan masih minimnya rasa percaya kepada pengelola apartemen. Jadi, yang menggerakan pasar masih investor,” paparnya.

Meski demikian, sampai akhir tahun ini kinerja pemasaran apartemen diprediksi bakal naik 2-3 persen ke level 87-88 persen. Adapun kenaikan take-up rates kumulatif tahun ini sebagian terjadi karena sejumlah unit sudah ada pre-committed sale dari konsumen. “Hal itu akan mendorong penyerapan unit di tahun ini,” ujar Ferry.

Tak hanya penjualan yang seret, suplai apartemen di Jakarta juga menurun sepanjang 2017. Dari total proyeksi 21.167 unit, kenyataannya hanya 38 persen yang sudah selesai dibangun. Akibatnya tahun ini suplai apartemen akan meningkat menjadi 34 ribu unit karena limpahan proyek 2017 baik yang tertunda rampung maupun yang baru diluncurkan di kuartal terakhir.

Sebut saja misalnya, Kasamara Residence (151 unit), Arumaya (289 unit), Soltera Place (521 unit), Simprug Signature (Thames Tower/544 unit) di Jakarta Selatan, serta Cleon Mansions (613 unit) di Jakarta Timur. “Tahun 2018 agak mengerikan karena penyerapannya nggak setinggi suplai tahunan. Makanya kita proyeksikan pertumbuhan serapannya tipis 1-2 persen saja,” jelasnya.

Dua tahun ke depan (2019-2020) Ferry menilai suplai apartemen di Jakarta lebih masuk akal, sekitar 10 ribuan unit per tahun. “Walaupun pasti ada beberapa proyek apartemen delay di 2018 yang kemudian menjadi suplai di tahun 2019,” ujarnya.

Sementara dari sisi harga diproyeksikan akan ada kenaikan rata-rata Rp2 juta/m2 di tahun 2018. Ini dikarenakan sebagian besar proyek yang masuk tahun lalu harganya di atas harga pasaran saat ini. “Pasti ada penyesuaian dibanding tahun lalu, tapi nggak terlalu besar,” pungkas Ferry.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me