Rabbit Town, Inspirasi Bisnis untuk Rumah ‘Nganggur’

Big Banner
Rabbit Town (Rumah123/Kompas.com)

Punya rumah yang cukup luas, tapi ga dihuni? Kalau dijual sayang dan disewakan sudah bosan, gimana kalau kamu ubah jadi destinasi wisata?

Apa yang dilakukan oleh CEO dan Chairman Kagum Group, Henry Husada, mungkin bisa jadi inspirasi. Dari menekuni bisnis perhotelan, Henry kini melirik sektor pariwisata untuk pengembangan lini usahanya.Dia menciptakan destinasi wisata yang menggabungkan kuliner, fashion, dan kebun binatang.

Baca juga: Investasi Kondotel di Kawasan Pariwisata Ternyata Masih Menjanjikan!

Sebagai proyek pertama destinasi wisata baru di Bandung tersebut, Henry pun mengorbankan salah satu rumahnya di Cibeunying Kidul. Rumah yang memiliki sekitar 30 ruangan itu berluas total 2 hektare.

“Saya mau ciptakan sesuatu yang lain, karena kalau biasa-biasa saja orang cukup lihat di internet. Saya ingin kalau pengunjung datang, suasananya berbeda, jadi beri kepuasan yang lain,” ujar Henry, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (9/1/2018).

Baca juga: Destinasi Wisata untuk Tiga Musim, Seru Wisata ke Sini Nih?

Dengan ikon kelinci, destinasi wisata tersebut diberi nama Rabbit Town. Berbagai macam ukuran patung binatang bertelinga panjang tersebut bisa dilihat para pengunjung. Nantinya, di Rabbit Town, Henry juga akan menempatkan kelinci-kelinci peliharaannya yang dikoleksi dari 17 negara.

Hanya kelinci? Oh… ternyata ga! Nantinya juga akan ada sekitar 168 ikan arwana dalam sebuah akuarium raksasa.

Baca juga: Ocean Breeze, Kawasan Multifungsi yang Potensial untuk Bisnis dan Wisata

Kalau kamu ke sini, apa aja yang bisa kamu lakukan? Di Rabbit Town ini, kata Henry, pengunjung bisa berwisata kuliner, berbelanja pakaian, berinteraksi dengan binatang, dan tentu saja berswafoto alias selfie, asyik kan? (Wita Lestari)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me