Kinerja Grup Cowel, BIKA & Duta Anggada di Urutan 21,22, & 23

Big Banner

Dalam ulasan 25 kinerja terbaik pengembang 207, Grup Cowell Development Tbk (COWL), menempati urutan 21 bersama Grup Binakarya Propertindo, Tbk (BIKA) dan Duta Anggada diurutan 22 dan 23.

Pengembang Lexington Apartemen ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp407 miliar sampai dengan Triwulan III 2017. Pencapaian ini meningkat 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp370 miliar.

Sama seperti pencapaian pengembang Indonesian Paradise Property, perolehan laba bersih Cowell development juga tidak terlalu baik bahkan bisa dikatakan merugi. Sampai dengan Triwulan III 2017, perolehan laba bersih perseroan minus Rp23 miliar atau merosot hingga 164% dibanding periode sebelumnya yang mencapai Rp37 miliar.
Cowell mencatatkan kerugian akibat selisih kurs sebesar Rp7,48 miliar. Jika ditilik pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan meraih untung selisih kurs sebesar Rp107,15 miliar.

Dampaknya, rugi bersih COWL membengkak 164,62% yoy menjadi Rp23,88 miliar. Padahal, pendapatan COWL tumbuh 9,86% yoy dari Rp370,62 miliar menjadi Rp407,16 miliar sepanjang Januari—September 2017. Cowell sendiri berencana meluncurkan beberapa proyek apartemen teranyarnya berkonsep TOD di Jakarta, Bogor dan beberapa wilayah lainnya.

Sementara PT Binakarya Jaya Abadi Tbk, perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan kode BIKA tersebut membukukan penjualan sebesar Rp366 miliar atau melorot 25% dibanding pendapatan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp490 miliar.

Pencapaian tersebut mempengaruhi perolehan laba bersih Binakarya yang naik 7% dari sebelumnya minus Rp25 miliar menjadi minus Rp23 miliar. Dalam waktu dekat Binakarya akan meluncurkan proyek baru yaitu Palm Residence 3. Menyusul enam proyek sebelumnya yang sudah berjalan, meliputi Palm Residences 2, Foresque Ragunan, Palm City dan Pulit Sea View. Dua proyek lain yaitu Casablanca East Residences 2 dan Swissbell Legian Condotel.

Urutan ke 23 adalah PT Duta Anggada Realty Tbk. Sampai dengan Triwulan III 2017, pengembang berkode emiten DART ini membukukan penjualan Rp336 miliar atau turun tipis dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya Rp334 miliar.

Kinerja tidak memuaskan tersebut juga berimbas pada perolehan laba bersih yang anjlok hampir 75% atau Rp28 miliar pada periode sebelumnya menjadi hanya Rp6,9 miliar pada Triwulan III 2017. Duta Anggada sendiri saat ini sedang memfokuskan diri pada pembangunan tiga proyek di Jakarta, yaitu Proyek Holiday Inn & Suites di Jalan Gajahmada, mixed use Icon Towers serta pembangunan hotel yang terletak di Matraman. Tahun 2017, Duta Anggada menganggarkan dana sekitar Rp 300 miliar yang ditujukan untuk belanja modal.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me