Wah, Jakarta Cuman Nomor Empat di Dunia Lho, Masalah Apa Ya?

Big Banner
Jakarta (Rumah123/iStockphoto)

Berapa lama kamu menghabiskan waktu dari rumah ke kantor? Kayaknya hal biasa kalau orang yang bekerja di Jakarta dan tinggal di Bekasi, Depok, atau Tangerang menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan.

Tidak peduli, apakah kamu menyetir mobil, naik motor, menggunakan angkutan umum seperti commuter line atau bus Trans Jakarta, kamu pasti mengalami macet. Iya nggak?

Baca juga: Luar Biasa! Stasiun Kereta Ini Terintegrasi dengan Moda Transportasi Massal Lainnya

Kalau kamu menyetir mobil sendiri kayaknya mustahil kalau kamu tidak menghabiskan waktu lama di jalanan. Begitu juga dengan naik motor, ya paling ada selisih waktu satu jam saja.

Jika kamu menggunakan bus Trans Jakarta, kamu juga pasti terjebak macet. Jalus busway yang tidak steril menyulitkan kamu bisa bepergian dengan cepat.

Baca juga: Integrasi Bus, Kereta, dan Sepeda, Ini Baru Sistem Transportasi Oke!

Naik kereta commuter line memang tidak macet, tetapi ingat juga kalau belum tentu kantor kamu dekat dengan stasiun. Kalau jauh, kamu sudah pasti berjibaku dengan macet.

Mungkin kamu merasa kalau Jakarta adalah kota paling macet di dunia. Hmm, tebakan kamu salah. Jakarta masih berada di posisi keempat.

Baca juga: Keberadaan Jaringan Transportasi Untungkan Banyak Industri Termasuk Properti Lho

Produsen peralatan GPS (global positioning system) TomTom melansir hasil riset 15 kota paling macet pada 2017. TomTom melakukan riset dengan melakukan penelitian pada 390 kota di 48 negara dengan melakukan pemantauan selama satu tahun.

Hasilnya ibu kota Thailand, Bangkok menduduki posisi pertama. Bangkok menempati peringkat ini dua tahun beruntun.

Baca juga: Transportasi Urban di Masa Depan Bakal Seperti Ini? Asyik, Dong…

Posisi berikutnya ditempati oleh Mexico City (Meksiko), Bucharest (Rumania), Jakarta (Indonesia), Moscow (Rusia), Chongqing (China), Istanbul (Turki), St. Petersburg (Rusia), Zhuhai (China), Santiago (Chile), Guangzhou (China), Shijiazhuang (China), Shenzhen (China), Los Angeles (Amerika Serikat), dan Beijing (China).

Wow, bisa dibayangkan kan kalau light rapid transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) masih dikerjakan? Belum lagi, banyak orang yang belum beralih dari menggunakan transportasi pribadi ke transportasi massal?

Baca juga: Orang Jakarta Terjebak Macet 22 Hari dalam Setahun! Pantesan Tua di Jalan

Hmm, kayaknya kalau begini terus, maka saat kamu keluar rumah, kamu sudah terjebak kemacetan lho. Ga mau kayak gitu kan? Makanya beli hunian transit oriented development (TOD) dan mulai menggunakan transportasi massal.

rumah123.com