Kredit Uang Muka dari Fintech tanpa Bunga Tambahan

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – Properti tetap menarik menjadi alternatif investasi. Namun, tidak semua orang memiliki dana yang cukup untuk membelinya termasuk menyediakan uang muka atau depe-nya. Di pihak lain belum ada bank yang menyediakan pinjaman uang muka untuk mereka yang ingin membeli rumah secara kredit.

vaya-bintaro-greenwood

Berkaitan dengan itu, perusahaan rintisan (start up) financial technology (fintech) Gradana yang fokus pada pembiayaan properti dengan konsep penghimpunan dana (crowd funding) melalui skema peer to peer (mempertemukan calon peminjam dengan pemilik dana yang berminat memberi pinjaman atau lender), mengisi peluang itu dengan menyediakan pinjaman uang muka rumah dengan periode kredit hingga 36 bulan.

Menurut Komisaris Gradana Freenyan Liwang melalui siaran pers yang diterima housingestate.com di Jakarta pekan lalu, masyarakat sejak dulu sangat teredukasi dengan pernyataan nilai properti yang selalu meningkat setiap tahun. Karena itu kalangan menengah atas sudah lazim mengalokasikan dana berlebih untuk membeli rumah, tanah dan apartemen untuk kemudian dijual lagi saat harganya naik.

“Tapi, sebagian besar masyarakat kita belum mampu melakukannya, baik karena keterbatasan dana atau karena tidak ada alokasi bujet. Platform kami menawarkan solusi bagi mereka yang ingin membeli rumah tapi belum punya cukup simpanan untuk membayar depe-nya,” katanya.

Platform ini bisa menjadi solusi kaum muda yang ingin membeli rumah pertama tanpa harus mengumpulkan uang muka dulu. Bila harus menunggu uang muka terkumpul, dengan tren harga properti yang selalu meningkat, kaum muda akan lebih sulit membeli rumah.

“Gradana menawarkan pinjaman uang muka hingga 24–36 bulan tanpa bunga tambahan. Nilai uang muka sudah disepakati dengan pengembang yang menjadi rekanan kami dan diinformasikan di muka. Gradana menjamin pembeli mendapatkan harga rumah yang sama sesuai dengan price list. Setelah depe lunas, pembeli akan mendapatkan fasilitas KPR yang baik dengan adanya rekam jejak kredit pada Gradana sebelumnya,” jelasnya.

Freenyan menyebutkan, pengajuan pinjaman bisa dilakukan secara online dengan mengunggah data-data pendukung yang diminta. “Jadi, kaum milenial yang tidak bisa dipisahkan dari teknologi dan menginginkan kepraktisan, tidak perlu datang ke kantor kami dan menyerahkan dokumen-dokumen secara fisik. Cukup mengajukan pinjaman dari layar laptop mereka, kapan saja dan dimana saja, ” ujarnya.

Menurut mantan Presiden Direktur Bank Sinarmas itu, Gradana bisa memberikan pinjaman uang muka hingga Rp2 miliar. Setiap pinjaman dibagi dalam sejumlah slot sehingga setiap lender atau investor bisa berpartisipasi.

“Misalnya, calon konsumen ingin membeli rumah seharga Rp500 juta. Maka, harga  rumah bisa kita bagi menjadi 50 slot dengan nilai satu slot Rp10 juta. Bagi lender, ini peluang untuk memutar uang mereka (dengan return lebih menjanjikan) dengan membeli satu atau beberapa slot,” jelas Freenyan.

Ia menambahkan, Gradana yang didirikan para profesional di bidang perbankan dan real estate sangat memahami masalah-masalah yang dihadapi konsumen properti di Indonesia seperti persyaratan uang muka yang terlalu besar, sertifikat yang bermasalah, pengembang bodong dan lain-lain.

Gradana yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sebutnya, membantu konsumen dengan terlebih dulu melakukan due diligence (penelitian mendalam) terhadap rekanan pengembang yang diajak bekerja sama, dan memastikan sertifikat rumah yang akan dijual dengan kema pinjaman uang muka ini sudah pecah atau sudah dalam proses pemecahan.

“Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 10 pengembang terverifikasi yang tersebar di berbagai lokasi di Jabodetabek dan Bandung. Masih ada puluhan pengembang lagi yang kami jajaki yang saat ini dalam tahap verifikasi dan penandatanganan kerja sama,” ungkap Freenyan.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me