Peluang Bisnis Properti di Kawasan Ekonomi Khusus (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia edisi Januari 2018 menurunkan ulasan tentang Peluang Bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dapatkan di toko2 buku dan agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

Disebutkan investor yang akan berinvestasi di KEK diberi banyak kemudahan, insentif serta fasilitas agar mereka dapat segera merealisasikan investasinya.

Guna menarik aliran investasi ke KEK, pemerintah telah mengeluarkan Perpres No 91 Tahun 2017 tentang Kebijakan Percepatan Kemudahan Berusaha. Dengan demikian, dalam kebijakan ini, investor yang akan berinvestasi di KEK diberi banyak kemudahan, insentif serta fasilitas agar mereka dapat segera merealisasikan investasinya.

Sampai dengan saat ini aliran investasi ke 12 KEK dinilai cukup signifikan. Tercatat, sampai dengan akhir Juli 2017 jumlah komitmen investasi telah mencapai sebesar Rp221 triliun. Pemerintah menarget jumlah tersebut akan berlipat ganda di tahun 2030 dengan proyeksi investasi mencapai Rp726 triliun.

Peluang investasi di berbagai sektor terbuka lebar di KEK. Tak terkecuali sektor peroperti. Berbagai jenis properti bisa dibangun di KEK, seperti hotel, villa, rumah, ruko, pusat perbelanjaan, apartemen, pergudangan, dan lain sebagainya.

“KEK memiliki potensi besar yang bisa digarap oleh pengembang properti. Kami akan menawarkan kepada investor dan pengembang untuk membantu menanamkan investasi dan juga ikut mempromosikan KEK seperti Mandalika,” ujar Soelaeman Soemawinata, Ketua Umum REI beberapa waktu lalu.

Didukung berbagai kemudahan

Abdulbar M. Mansoer, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pengelola Kawasan ekonomi Khusus di Mandalika NTB, mengungkapkan sejak ITDC melakukan pembangunan infrastruktur secara intensif di zona inti kawasan, sedikitnya ada 10 unit usaha baru berbentuk homestay, resto, café, dan toko ritel memulai usaha di zona Barat kawasan. Jumlah ini diyakini masih akan bertambah sejalan dengan kegiatan pengembangan kawasan dan proyek yang berlangsung.

“Dengan lahan kelola seluas 1.175 hektare (Ha) berstatus clean and clear, didukung kemudahan dalam hal perizinan dan fasilitas bidang kepabeanan, kami optimistis makin banyak investor yang akan menanamkan modal di The Mandalika. Sejak setahun terakhir saja, investasi yang masuk ke KEK Mandalika sudah oversubscribed, terdapat sekitar tujuh investor telah menandatangani MOU dengan ITDC. Bahkan, lima dari tujuh investor tersebut sudah masuk tahap investasi dengan menandatangani LUDA (Land Use & Development Agreement) dengan total nilai investasi mencapai Rp6,2 triliun,” terang Abdulbar.

Dalam waktu dekat, ada sejumlah investor tersebut yang dipastikan sudah mulai membangun hotel di KEK Mandalika, diantaranya Hotel Royal Tulip (Investor asal Korea Selatan), Hotel Pullman (oleh ITDC), Hotel Paramount (Investor asal Amerika Serikat), Hotel X2 (Investor asal Indonesia) dan Hotel ClubMed (oleh ITDC). ITDC menargetkan kelima hotel tersebut dapat mulai beroperasi guna mengejar target operasional 1.200 kamar hotel pada tahun 2019.

Selain tujuh investor tersebut, dengan mengandeng Vinci Grand Project (BUMN asal Prancis), ITDC juga berencana mengembangkan Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 ha dengan nilai investasi mencapai Rp6,7 triliun. Pembangunan komplek sirkuit yang di dalamnya terdapat tujuh hotel dan convention center (gedung pertemuan) ini, rencananya akan selesai dibangun pada 2019 mendatang. Hingga saat ini, total keseluruhan komitmen investasi yang masuk ke KEK Mandalika telah mencapai Rp12,7 triliun.

“Dengan diresmikannya KEK Mandalika dan akan beroperasinya sejumlah proyek tersebut di masa depan, kami optimistis The Mandalika akan mampu menjadi destinasi pariwisata baru berstandar internasional di Indonesia atau bisa menjadi ‘Bali Baru’ serta mampu membantu mewujudkan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2019 yang dicanangkan Pemerintah,” kata Abdulbar.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me