Rumah Tingkat Anti-Roboh, Syaratnya…

Big Banner

 

Ilustrasi. Foto. Rumah123/Getty Images

  

Kamu berencana punya rumah bertingkat, tapi belum ada dana cukup untuk membangunnya saat ini? Maka rencanakan saja rumahmu yang baru satu lantai itu kelak akan kamu bikin jadi bertingkat. Untuk hal ini, tentunya ada hal-hal yang mesti kamu persiapkan sejak awal dan kamu perhatikan:

 

Pertama, perencanaan penambahan lantai. Perhatikan fondasinya. Kamu bisa memperbesar dimensi fondasi. Menambah jumlah material pada fondasi cakar ayam dan kolom struktur utamanya.

 

Kedua, perhatikan besar sloof-nya, biasanya sloof rumah berlantai dua lebih besar daripada dimensi sloof rumah berlantai satu. Tujuannya agar beban yang diterima dari kolom dan dinding dapat merata ke fondasi.

 

Baca juga: Mendesain Ulang Rumah Tua Menjadi Lebih Modern Minimalis, Bisa Kok!

 

Ketiga, gunakan kolom lebih besar. Hal yang perlu kamu ketahui, rumah tumbuh memiliki kolom dan besi tulangan yang lebih besar. Meski rumahmu satu lantai, untuk rumah tumbuh sebaiknya gunakan kolom lebih besar dan besi tulangan yang menyesuaikan beban bangunan. Begitu pula penggunaan ring baloknya.

 

Keempat, atap bisa berupa coran aja. Agar efisien, atap rumah yang rencananya difungsikan sebagai rumah tumbuh, baiknya bisa langsung dicor plat beton. Supaya tak tampak sebagai rumah tumbuh, perhatikan pula estetika bentuk tampilannya.

 

Baca juga: Lantai 2 Roboh? Cari Tahu Penyebabnya Yuk!

 

Kelima, tahap pembangunan. Bagi rumah tumbuh, tahap pembangunan merupakan prioritas atau kunci utama. Mana yang dibangun pertama dan terakhir saat perluasan. Biasanya denah rumah yang didahulukan adalah ruang-ruang primer, yakni ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, kamar mandi, dan dapur.

 

Kamu juga perlu menata ruang sedemikian rupa, semisal perencanaan di mana letak tangga, toilet, taman, tendon air, dan sebagainya. Dalam hal ini faktor model rumah sangat menentukan pada awal pembangunan. Setelah rumah inti dibangun, maka selanjutnya pengembangan rumah dapat kamu lakukan.

 

Keenam, konsep interior. Konsep interior model rumah tumbuh bisa mengikuti konsep bertumbuh eksteriornya. Artinya, kamu harus menata interior ruangan lebih fleksibel, dapat diganti, diubah, dan ditata ulang dengan mudah. Sebagaimana rumah biasa, interior rumah tumbuh bisa kamu sesuaikan dengan fungsi ruang yang ada.

 

Baca juga: 5 Alasan Kamu Sebaiknya Pake Gipsum untuk Dinding Rumah!

 

Ketujuh, rencanakan garasi atau carport. Sebaiknya kamu memasukkan garasi dalam perencanaan awal denah rumah. Garasi untuk model rumah tumbuh sebaiknya dibuat terintegrasi dengan rumah induk dan model keseluruhan rumah tumbuh. Jangan sampe deh nantinya garasi hanya akan menjadi semacam tempelan saat rumah rampung utuh wujudnya. Bisa-bisa ga sedap dipandang jadinya.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me