Sepak Terjang Ekspansi Developer Properti Asing di Indonesia (2)

Big Banner

Pengembang asing juga banyak masuk ke kawasan Bekasi. Damai Putra Group berkolaborasi dengan Nishitetsu Group dari Jepang, membangun Sayana Apartments. “Sayana adalah proyek apartemen pertama yang akan dibangun di Kota Harapan Indah, yang merupakan kota mandiri terbesar yang dikembangkan oleh Damai Putra Group,” ujar Johanes Mardjuki, Presiden Direktur Damai Putra Group.

Sementara Wakil Direktur Divisi Nishitetsu Group Toru Shigemizu mengatakan visi Nishitetsu adalah untuk menciptakan kawasan yang hidup, dimana dapat mendorong interaksi antara manusia dan komunitas. Didesain oleh biro arsitek Indonesia, Urbane Indonesia, apartemen ini dilengkapi dengan fasilitas bintang 5 seperti sistem keamanan 24 jam, kartu akses, sky garden, swimming infinity outdoor, dan pusat kebugaran. Sayana Apartements akan terdiri dari 2 menara dengan jumlah total 1.531 unit. Harga apartemen tersebut mulai Rp290 juta per unit.

Tidak jauh dari Kota Harapan Indah, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) menjalin kemitraan dalam bentuk joint venture dengan Sumitomo Forestry Singapore Ltd. Untuk membangun klaster perumahan di Kota Summarecon Bekasi sebanyak 160 unit dengan investasi US$ 30 juta. Rencananya, proyek itu akan dipasarkan di semester II 2018 dengan harga mulai Rp2 miliar per unitnya.

Adrianto P. Adhi, President Director SMRA mengatakan, kerjasama dilakukan karena keduanya memiliki kesamaan visi dalam menciptakan sebuah hunian ramah lingkungan berdesain eksklusif. “Summarecon dan Sumitomo Forestry Singapore Ltd. akan bisa berjalan dengan seiringan sekaligus menegaskan Kota Summarecon Bekasi sebagai salah satu kota berwawasan lingkungan di Bekasi,” kata Adrianto.

Kerjasama ini merupakan salah satu langkah Sumitomo Forestry Co., Ltd. dalam melebarkan bisnis perumahan di Asia dimana sebelumnya telah lebih dahulu dilakukan di Amerika Serikat dan Australia. Adrianto bilang, perusahan ini melirik Indonesia karena pertumbuhan ekonomi yang stabil serta grafik peningkatan infrastruktur transportasi yang kian pesat.

Di Cikarang pengembang asal Jepang, Creed Group bermitra dengan PT GrahaBuana Cikarang, anak usaha PT Jababeka Tbk. Creed Group membentuk perusahaan patungan dengan Graha Buana Cikarang untuk mengembangkan lahan seluas 3,7 Ha di Jababeka Residence. Lahan ini akan dikembangkan menjadi kawasan mixed use yang akan menyasar segmen menengah
atas.

Tahap pertama, telah diluncurkan satu tower apartemen sewa bertajuk Kawana Golf Residence sebayak 234 unit dengan investasi Rp300 miliar. “Mereka cukup optimistis melihat prospek bisnis di Indonesia. Kerjasama dengan Jababeka Residence adalah proyek pertama mereka di sini,’ kata Sutedja Darmono, Direktur Utama PT Graha Buana Cikarang. Pada saat diluncurkan, Sabtu (9/12), penjualan tahap pertama oversold.

Pada awalnya tahap pertama Kawana Golf Residence direncanakan untuk di-launching hanya 6 lantai saja (78 unit). Tetapi mengingat permintaan yang sangat tinggi dari pembeli, maka dibuka lagi 4 lantai tambahan sehingga total menjadi 10 lantai yang berhasil terjual, sebanyak 108 unit dengan nilai revenue sebesar Rp132,89 miliar. Mayoritas investor Kawana Golf Residence berasal dari wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan yang sebagian besar sudah pernah berinvestasi properti high end di Jakarta.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com