2018 Waktu Tepat Beli Properti, Sebelum…

Big Banner

 

Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

  

Selama penduduk muda masih terus tumbuh, maka pasar properti tidak akan pernah mati. Terlebih 2018, dengan bonus demografi yang sudah ada sejak 2017, maka tahun ini pasar properti diprediksi masih akan menikmati masa keemasannya.

 

“Di 2017, penduduk kita itu diperkirakan 260 juta dan 15 persennya di kelompok 25-34 tahun,” kata Direktur Neraca Pengeluaran Badan Pusat Statistik (BPS), Puji Agus Kurniawan, dalam acara Property Outlook 2018 yang digelar Rumah123 di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (17/1). “Dan kalau kami gabungkan lagi dengan umur 20-39 tahun, maka ini, saya menduga, di kisaran usia inilah minat untuk memiliki rumah itu cukup tinggi,” kata dia.

 

Baca juga: 2018, Bakal Hadir Rumah Rp140 Jutaan di Citra Maja Raya, Mau?

 

Membeli rumah untuk ditempati atau investasi di Tahun Anjing Tanah ini dinilai tepat. Selain pasar yang diyakini menarik, pemerintah juga meluncurkan program perumahan yang cukup menarik. Salah satunya tentu program Sejuta Rumah yang masih dikebut pencapaiannya.

 

Meski demikian, kelompok usia 20-39 tahun yang sebagian besar dikenal sebagai golongan milenial tak berarti harus mengandalkan program sejuta rumah yang juga dikenal dengan rumah subsidi. Pasalnya, pemerintah melalui Bank Indonesia juga meluncurkan program yang melonggarkan loan to value di mana hal ini terkait dengan besaran uang muka.

 

Baca juga: 2018, Sentul City Bangun 4 Klaster Hunian

 

Rumah subsidi yang identik dengan ukuran kecil, terlebih kebanyakan berada di daerah yang agak jauh dari perkotaan, membuat milenial enggan ikut program tersebut. Nah, solusinya adalah mempertimbangkan DP sesuai aturan LTV, yakni hanya 15 persen dari harga properti untuk hunian pertama.

 

Banyak bank, terutama pelat merah seperti BNI, Mandiri, BRI, dan BTN, yang menerapkan pelonggaran LTV ini. Belum lagi bank-bank pelat merah itu turut meluncurkan program bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ringan untuk milenial yang membeli rumah pertamanya.

 

Baca juga: Sambut 2018, Agung Podomoro Land Siap Rilis Podomoro Park

 

Pelonggaran LTV memang dimaksudkan untuk menggenjot pertumbuhan KPR. Terbukti sejak pelonggaran LTV sebesar 15 persen pada Agustus 2016 silam, KPR tumbuh mencapai 10,28 persen, berhasil melampaui kredit lainnya yang hanya 7,24 persen.

 

Nah, jadi mending buruan ajuin aplikasi KPR kamu sebelum pemerintah atau Bank Indonesia kembali mengetatkan LTV lantaran sudah kebanyakan kredit yang cair. Bisa aja lho!

 

rumah123.com