Tahun Ini Wika Realty Siapkan Banyak Proyek

Big Banner

HousingEstate.com, Jakarta – PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang menggarap bisnis properti, berencana untuk segera melepas saham perdana di pasar modal atau go public. Tahun ini Wika Realty menyiapkan modal kerja atau capital expenditure (capex) mencapai Rp5 triliun. Sumber dananya dari penerbitan surat utang medium term notes (MTN) dan dari pelepasan saham perdana atau initial public offering (IPO) itu.

Tamansari Kencana Bandung, salah satu proyek baru Wika Realty tahun ini.

Tamansari Kencana Bandung, salah satu proyek baru Wika Realty tahun ini.

Capex sebesar itu diperlukan untuk mencapai target prapenjualan atau marketing sales Rp4,5 triliun tahun ini atau naik 175 persen dari capaian tahun lalu sebesar Rp2,5 triliun.

Menurut Direktur Utama Wika Realty Agung Salladin, ada berbagai rencana strategis yang akan dilakukan untuk mencapai target besar itu. “Target IPO akan kami lakukan pada semester pertama tahun ini dengan target dana yang bisa terserap antara Rp1,5-2 triliun. Ada banyak pengembangan maupun proyek baru yang juga kami siapkan,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima housingestate.com di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Saat ini Wika Realty tengah mengembangkan Tamansari Grand Samarinda, Tamansari Puri Bali II Depok, Tamansari Metropolitan Manado II, Tamansari Gangga Bali, Tamansari Emerald Surabaya, Tamansari Skylounge Makassar, Tamansari Kencana Bandung, dan Tamansari Skylounge Balikpapan.

Tahun ini juga telah disiapkan beberapa proyek baru. Untuk properti gedung tinggi atau highrise ada lima proyek baru. Yaitu, Tamansari Hive Residence di Cawang (Jakarta Timur) yang dibangun di atas lahan 5.000 m2 dengan investasi Rp430 miliar. Kemudian proyek di Permata Hijau (4.700 m2), Jakarta Selatan, dengan investasi Rp510 miliar. Kedua proyek akan dipasarkan pada semester pertama tahun ini.

Semester kedua akan dipasarkan proyek di Kelapa Gading, Jakarta Utara, di atas lahan seluas 1,9 ha dengan investasi Rp1,4 triliun. Kemudian proyek di Kota Depok, Jawa Barat, di atas lahan seluas 8.200 m2 dengan nilai investasi Rp850 miliar. Terakhir di Keputih, Surabaya (Jawa Timur), di atas lahan 9.700 m2 dengan investasi Rp1,2 triliun.

Untuk rumah tapak ada empat proyek baru yang akan dikembangkan. Yaitu, di Palembang (Sumatera Selatan) yang akan dipasarkan pada semester kedua 2018. Luasnya mencapai 20 ha dengan investasi Rp670 miliar. Kemudian proyek Parangloe Makassar di atas lahan seluas 55 ha dengan investasi Rp2,1 triliun, proyek di bilangan Bintaro (7,3 ha), Jakarta Selatan, dengan investasi Rp4,5 triliun, dan di Soreang, Jawa Barat, seluas 14 ha dengan investasi Rp760 miliar.

Selain itu ada juga proyek untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring income). Yaitu, proyek Laswi di Bandung seluas 21 ha dengan investasi Rp1,8 triliun, proyek CBD Sudirman di Jakarta seluas 1,6 ha dengan investasi Rp12,5 triliun, dan proyek integrated building di Bandara Soekarno Hatta seluas 1,7 ha dengan investasi Rp470 miliar. Dengan pengoperasian tiga proyek ini, porsi recurring income Wika Realty naik dari 8,46 persen menjadi 12 persen tahun ini.

“Saat ini pengembangan land bank kami mencapai 285 ha baik lahan sendiri maupun bekerja sama dengan pihak lain. Yang sudah kami kembangkan mencapai 160 ha sehingga masih ada stok lahan 125 ha. Dana dari IPO dan MTN nanti akan kami gunakan untuk pengembangan proyek, konstruksi, investasi tanah, maupun akuisisi perusahaan,” ungkap Agung.

housing-estate.com