Apa Sih Beda Rusunami Anies dengan Rusunawa Ahok?

Big Banner
Rusunawa Rawa Bebek, program hunian warga DKI Jakarta yang berpenghasilan rendah. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

  

Rumah DP Nol Rupiah program Anies-Sandi yang baru saja resmi groundbreaking pada Kamis (18/1/2018) di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, mengundang banyak tanya. Pertanyaan itu semisal apa beda antara rumah susun (Rusun) program Anies dengan program Ahok? Berapa besar cicilan rumah DP Rp0? Siapa yang membayar IPL (Iuran Pemeliharaan Lingkungan) karena tinggal di Rusun pasti ada uang pemeliharaan.

Program hunian yang ditawarkan Anies adalah Rusunami (Rumah susun sederhana milik) sedangkan Ahok adalah Rusunawa (Rumah susun sederhana sewa). Dari namanya aja kita bisa tahu bahwa konsep hunian yang ditawarkan Anies adalah kepemilikan, sedangkan Ahok adalah sewa.

 

Baca juga: Pemprov DKI Bangun Hunian DP Rp0, Ciyus nih! Mau Beli Gak?

Karena konsepnya kepemilikan, maka sudah tentu rumah DP Rp0 Anies harus dibeli lho! Pasalnya, banyak warga DKI yang masih berpikir bahwa DP Rp0 itu berarti penawaran rumah gratis tis! Semoga kamu gak termasuk yang gitu ya. Rumah DP Nol Rupiah itu ditawarkan dengan harga Rp185 juta untuk Tipe 21 dan Rp350 juta untuk Tipe 36. 

Adapun skema pembayarannya dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yakni pembiayaan perumahan dengan skema subsidi dari pemerintah, bekerja sama dengan bank nasional yang telah menyediakan fasilitas tersebut. Suku bunganya rendah yakni 5% dan berlaku flat selama masa cicilan antara 15 sampai 20 tahun.

 

Baca juga: Mau Hunian DP Rp0? Gajimu Harus di Bawah Rp7 Juta

 

Kalau kita ambil masa cicilan (tenor) 15 tahun dengan bunga 5%, maka rumah DP Rp0 seharga Rp185 juta bisa dicicil sekitar Rp1,5 juta per bulan atau persisnya Rp1.462.968. Sedangkan untuk rumah seharga Rp320 juta, besar cicilannya sekitar Rp2,5 jutaan atau tepatnya Rp2.530.539.

 

Gimana tentang biaya pemeliharaannya? Mengingat kalau tinggal di hunian vertikal biasanya ada biaya pemeliharaan kebersihan dan keamanan? Menurut Sandiaga Uno, hal ini masih akan digodog dalam Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang akan dibentuk April nanti.

 

Lantas, gimana perihal program Rusunawa Ahok? Hunian ini terutama diperuntukkan bagi warga DKI yang direlokasi dan penghasilannya sangat minim yakni sekitar Rp3 juta/bulan. Buat mereka ini disediakan Rusunawa Tipe 36 untuk disewa, bukan dijual.

 

Baca juga: Rusun, Rusunawa, Rusunami, Bedanya Apa Sih?

 

Meskipun disebut sewa, tapi sebenarnya penghuni Rusunawa hanya dibebankan biaya pemeliharaan dan kebersihan sebesar Rp5 ribu- Rp15 ribu per hari saja.

 

Karena penghuni relatif berpenghasilan rendah (Rp3 juta ke bawah), maka penghuni Rusunawa diberikan fasilitas penunjang mulai dari transportasi TransJakarta gratis hingga layanan kesehatan dan KJP (Kartu Jakarta Pintar). Asumsinya, dengan semua subsidi tersebut, para penghuni Rusunawa bisa menghemat pendapatannya untuk ditabung guna kelak mampu beli hunian yang lebih layak.

 

Nah, kamu udah paham kan sekarang?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me