Tiongkok Bangun Lebih Banyak Hunian Sewa

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Meski sudah berupaya direm, harga rumah terlanjur tinggi sehingga membuat masih banyak rakyat China tidak sanggup memilikinya. Padahal pemerintah sudah memaksakan pembatasan pembelian, namun tingginya bunga kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) membuat kemampuan rakyat kebanyakan tetap rendah.

Salah satu apartemen sewa di Beijing. (Foto: News.cn)

Salah satu apartemen sewa di Beijing. (Foto: News.cn)

Untuk itu pemerintah Negeri Panda itu terus menjajaki segala cara demi meningkatkan pasokan perumahan yang terjangkau rakyat banyak. Salah satu caranya adalah dengan membangun lebih banyak rumah sewa. Sayangnya belum ada penjelasan resmi jumlah rumah baru ini. Yang pasti, mengutip Chinaplus, tahun 2017 pemerintah Tiongkok memasang target pembangunan rumah sewa dua juta unit.

Pembangunan rumah sewa ini sejatinya bukan program baru, tapi sudah dilakukan sejak lima tahun lalu yang terbukti sukses. Hingga akhir tahun 2016 secara nasional ada 11,66 juta rumah tangga menempati apartemen sewa yang dibangun pemerintah.

Selama ini pemerintah adalah penyedia tunggal rumah sewa, tapi guna memenuhi target pengadaan yang lebih banyak, penyediaan rumah sewa ini juga bisa dilakukan siapa saja. Seperti disampaikan Jiang Daming, Menteri Agraria dan Sumber Daya China, perusahaan-perusahaan non realestat pun diijinkan untuk ikut membangun di lahan milik mereka.

Tidak hanya di perkotaan, rumah sewa ini boleh dibangun di daerah pedesaan sepanjang ada permintaan. Sebenarnya pembangunan rumah sewa di pedesaan sudah dimulai sejak Agustus lalu, yang dilakukan secara kolektif. Pemerintah berencana menyediakan seribu hektar lahan di pedesaan untuk dibangun rumah sewa hingga tahun 2021.

Menurut  Zhang Dawei, Kepala Analis Centaline Property (China), kebijakan ini akan semakin mendorong perusahaan, terutama badan usaha milik negara yang punya banyak lahan belum terbangun, untuk ikut terlibat. Menilai bahwa secara bisnis layak, tidak heran kalau dalam dua tahun belakangan sejumlah perusahaan pengembang membeli banyak lahan untuk dibangun rumah sewa yang tersebar di lebih dari 10 kota.

China Vanke contohnya, pengembang ternama ini telah menghabiskan 17 miliar yuan untuk membeli lima bidang lahan, antara lain di Beijing dan Guangzhou.

“Upaya pemerintah memperbanyak pembangunan rumah sewa adalah bagian dari upayanya untuk lebih mengatur pasar properti, selain juga menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi,” kata Yu Liang, Chairman Vanke. Hal senada diucapkan Li Jun, Head of China Construction Bank cabang Guangdong, keberadaan pasar rumah sewa akan membantu memperlambat pertumbuhan harga rumah.

Meski disambut baik, sebenarnya kebijakan ini harus dilihat juga secara hati-hati karena bisa berdampak bagi pengembang dan pemerintah. Menurut Yan Yuejin, Senior Researcher with E-house China R&D Institute, pengembang harus memperhatikan beban biaya dana yang tinggi.

Sementara bagi pemerintah, terus menjual tanah untuk rumah sewa akan menghadapi penurunan hasil penjualan lahan. Padahal sejumlah pemerintah daerah, yang secara historis adalah penyedia lahan bagi pembangunan rumah, banyak yang sangat tergantung pada industri real estat sebagai sumber pendapatan daerahnya.

Sumber: Xinhua, ChinaPlus & CGTN

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me