Hutang Menumpuk, Wanda Lepas Tiga Proyek Globalnya

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Tenar sebagai salah satu orang terkaya di Tiongkok, ternyata Wang Jianlin punya hutang menumpuk di perbankan luar negeri. Salah satu perusahaannya, Dalian Wanda Commercial Properties Co, punya hutang 510 juta dolar AS (USD) atau sekitar Rp6,67 triliun atau mencapai seperempat dari kekayaannya yang mencapai USD2 miliar. Untuk itu Jianglin harus rela melepas aset-aset utamanya di mancanegara.

The One Nine Elms, Battersea, London. (Foto: Wanda)

The One Nine Elms, Battersea, London. (Foto: Wanda)

Sampai saat ini setidaknya tiga dari lima proyek utama Wanda di luar negeri disebut-sebut sudah siap dilepas dalam waktu dekat. Ketiga proyek properti tersebut yang masih dalam tahap pembangunan adalah One Nine Elms di London (Inggris), Circular Quay Sydney dan Jewel Project di Gold Coast, Australia.

Dengan demikian Wanda tinggal menyisakan tiga proyek di luar negeri. Dua di Chicago dan Beverly Hills, California, Amerika Serikat (AS), lalu di Paris, Perancis. Menurut RCA, total nilai properti Wanda di mancanegara lebih dari USD40 miliar dengan nilai terbesar di Paris sebesar USD3,3 milar.

The One Nine Elms berlokasi di sisi depan the Vauxhall Nine Elms Battersea Opportunity Area. Battersea sendiri adalah area peremajaan kota di tengah London. Didesain oleh KPF berupa dua menara, yakni City Tower (58 lantai) untuk gedung kantor dan River Tower (43 lantai) yang akan merangkum 487 unit apartemen. Di bagian bawah menara, selain plaza dan ritel juga akan terdapat hotel bintang lima (187 kamar) yang akan menjadi hotel Wanda Vista pertama di Eropa.

Sementara itu Jewel yang terdiri atas tiga menara dengan bentuk menyerupai batu permata, digadang-gadang menjadi tengara baru Gold Coast. Ketiganya akan berfungsi sebagai apartemen (512 unit) dengan fasilitas mewah semacam spa, kolam renang dengan pemandangan laut dan private bar, serta aneka material dan fitur mewah lain. Apartemen mewah ini akan dikelola dengan layanan hotel bintang lima yang dioperatori Wanda Vista.

Adapun Circular Quay di Alfred Street, Sydney, merangkum hotel Wanda Vista dan apartemen 59 lantai dengan pemandangan Opera House. Jika apartemennya didesain Kerry Hill Architect, hotelnya dirancang  Crone Architects dan Kengo Kuma Associates.

Hutang Menumpuk

Sebelumnya untuk pembayaran hutang yang akan jatuh tempo Maret mendatang, sejak 2013 Dalian Wanda Group Co sudah menghabiskan miliaran dolar dari aset lainnya termasuk perusahaan AMC Entertainment Holdings Inc.  Juga aset domestiknya berupa theme park dan hotel yang bernilai total USD9 miliar.

Sebenarnya rasio hutang atas aset properti komersial Wanda Group lebih rendah dibandingkan  pengembang lain. Tapi, karena aset-aset tersebut berada di Tiongkok Daratan, uang Jianlin tetap tak dianggap. Pasalnya pemerintah sangat mengontrol pengalihannya, apalagi untuk pembayaran hutang luar negeri.

“Meskipun posisi likuiditas dalam negerinya kuat, ketidakpastian atas kemampuan untuk mentransfer uang ke luar negeri menambah tekanan untuk melakukan refinancing,” kata Kaven Tsang, analis kredit Moody’s Investor Service Hong Kong. Tidak heran lembaga pemeringkat ini pada September 2017, disusul S&P Global Rating dan Fitch Rating, sudah memasukkan hutang Wanda Commercial ke kategori junk.

Wanda tidak punya pilihan untuk mengumpulkan uang di luar negeri semenjak Wanda Commercial dicabut dari Hong Kong Stock Exchange tahun 2016. Ditambah pemerintah Tiongkok mengetatkan aturan pengiriman dana ke luar negeri untuk mencegah pelarian dana.

Menurut informasi dari Dennis Lee, kredit analis dari S&P Hong Kong, Wanda kembali memohon Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi Tiongkok untuk mengijinkannya melansir surat hutang luar negeri baru.  Ini adalah upaya edua, setelah permohonan sebelumnya ditolak.

Hal tersebut mengingat Wanda Commercial harus membayar cicilan hutangnya yang jatuh tempo pada Mei sebesar USD1 miliar dan senior notes senilai USD600 juta yang jatuh tempo November 2018.

Tidak hanya itu, Wanda juga menghadapi tenggat lain, yakni batas waktu memasukkan kembali unit usaha komersialnya ke bursa saham. Jianglin berencana memasukkan ke A-share market di mana valuasinya cenderung lebih tinggi. Wanda sudah melakukan penawaran umum perdana September lalu. Tapi, karena gagal, Wanda harus melakukan pay back ratusan juta yen kepada investornya.

“Kegagalan atas penawaran perdana tersebut meningkatkan risiko di mana kemudian nilai Wanda Commercial akan semakin menurun mengingat kondisi keuangannya yang terus melemah,” jelas Lee.

Sumber: Bloomberg

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me