DP Sih Ga Masalah Buat Milenial, Kalau Cicilannya?

Big Banner
Foto: Rumah123/iStock

 

Uang muka (DP) nol rupiah atau nol persen saat beli rumah yang sekarang ini sedang jadi hits berita sebenarnya ga terlalu berpengaruh bagi generasi milenial. Pasalnya, para milenial sebenarnya sanggup kok bayar DP. Yang jadi masalah, justru pada besaran cicilan per bulannya.

Saat ini mengacu pada pelonggaran LTV, Bank Indonesia telah menetapkan besaran uang muka atau down payment (DP) minimal 15% dari harga rumah. Nah, buat para milenial, dana sebesar itu bukan masalah karena kebanyakan dari mereka masih didukung oleh orangtua untuk masalah pembayaran DP. Bisa juga milenial menjual barang mereka yang berharga semisal kendaraan untuk membayar DP.

Baca juga; Jangan Takut Ga Sanggup Bayar Cicilan KPR, Ada Solusinya Kok!

“DP itu sebenarnya masih mudah terselesaikan. Bahwa anak zaman sekarang, orang tua masih mampu kok. Orang tua juga masih bisa support (bantu memberikan DP),” kata Country Manager Rumah123, Ignatius Untung, di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Selain menjual barang berharga yang dimiliki semisal mobil atau motor, milenial bisa mencari pengembang yang memiliki program hunian bagi milenial. Untung mengatakan, selama ini pengembang memang gencar menyasar para generasi milenial sebagai potensial buyer mereka. Pasalnya, populasi generasi milenial kini  mencapai 30% dan diprediksi akan terus tumbuh hingga 70% pada 2030.

Baca juga: Kalau DP 0%, Berapa Ancer-Ancer Cicilannya dari Gaji Rp7 Juta?  

“Pengembang justru paling aktif mencari solusi. Nah, saya melihatnya cash bertahap. Kalau pun nggak tunai bertahap, tapi DP-nya bisa dicicil dua tahun,” kata Untung lagi.

Jadi, masalah para milenial untuk beli hunian bukan di DP tapi di cicilannya. Cicilan rumah, menurut Untung, berkorelasi dengan penghasilan yang dimiliki oleh para generasi milenial. Bila mereka memiliki pendapatan yang cukup tinggi, tentu tidak menjadi soal harus membayar antara 30% hingga 40% dari gaji mereka.

Akan tetapi, apakah pihak bank membolehkan cicilan 40% dari gaji atau bahkan 50%? Menurut Direktur BRI, Handayani, yang dihubungi Rumah123, beberapa waktu lalu, maksimal besar cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah 30% itu scoring bank secara umum.

Baca juga: Hai Milenial, Siap-Siap DP 1% dan Bunga KPR Hanya 5%!

“Setiap bank kan punya scoring-nya sendiri untuk menyetujui permohonan KPR seseorang, nah salah satu scoring itu adalah maksimal besar cicilan per bulan adalah 30% penghasilan.  Setiap bank punya risk management-nya sendiri, kalau soal apakah besar cicilan bisa lebih dari 30% itu tergantung relationship pihak bank dengan si pemohon KPR,” kata Handyani.

Senada dengan Handayani, Direktur Retail Banking PermataBank, Bianto Surodjo, yang juga dihubungi Rumah123, beberapa waktu lalu, mengatakan, besar cicilan per bulan KPR bisa saja melebihi 30% dari penghasilan. Hal ini berdasarkan penetapan persentase alokasi cicilan KPR per bulan yang bisa saja bervariasi, tergantung pada harga rumah, jenis produk KPR, suku bunga, serta perhitungan kemampuan membayar yang dikalkulasi berdasarkan biaya hidup dan pendapatan.

Jadi, kalau kamu mau cicilan rumah lebih dari 30% penghasilan juga bisa-bisa aja lho! Selain KPR cepat selesai, juga dengan kenaikan pendapatanmu dari tahun ke tahun, cicilan 40-50% dari penghasilan jadi ga terlalu terasa berat, bukan?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me