Apa Beda Klapa Village DP Nol Rupiah dengan Pondok Kelapa Village yang Mangkrak?

Big Banner
Pekerja saat berjalan di area proyek pembangunan Rusunami bernama Klapa Village dengan DP Nol Rupiah di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timu. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

  

Klapa Village yang merupakan nama hunian vertikal atau Rusunami program Anies-Sandi di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, beda dengan Pondok Kelapa Village yang disebut-sebut sebagai proyek mangkrak itu.

Nama Klapa Village, menurut  Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, merupakan usulan Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan.

“Diusulkan nama Klapa Village, baguslah itu ada keterkaitan dengan Pondok Kelapa yang merupakan tempat daerahnya dan ada kekiniannya. Jadi penamaan itu yang merupakan usul dari Pak Yoory yang saya setujui,” kata Sandi, seperti dikutip Kompas.com, Senin (22/1/2018).

Baca juga: Rumah DP Nol Rupiah Ternyata untuk Masyarakat Menengah?

Hal tersebut dibenarkan oleh Yoory. Dia menegaskan, nama ini berbeda dengan nama proyek perumahan yang dikerja-samakan dengan PT Gemilang Usaha Terbilang (GUT). “Ini namanya Klapa Village ya, kalau yang dulu itu kan namanya Pondok Kelapa Village. Jadi berbeda,” ujar Yoory.

Yoory memastikan lahan di Pondok Kelapa yang menjadi tempat dibangunnya rumah vertikal DP Nol Rupiah bernama Klapa Village bukan lahan proyek mangkrak Pondok Kelapa Village.

Baca juga: Pemprov DKI Bangun Hunian DP Rp0, Ciyus nih! Mau Beli Gak?

Menurutnya, total ada 2,9 hektare lahan di kawasan Pondok Kelapa tersebut. Seluas 1,5 hektar memang dikerja-samakan dengan PT GUT yang sampai saat ini belum juga memulai pembangunannya.

“Sementara itu, lahan yang digunakan untuk membangun rumah DP Nol Rupiah adalah sisa lahan yang belum dikerja-samakan dengan PT GUT, luasnya 1,4 hektare,” katanya lagi.

Baca juga: Hunian DP Nol Rupiah Segera Berdiri di Pondok Kelapa 

Pada acara groundbreaking Klapa Village DP Nol Rupiah, Kamis (18/1/2018), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, bangunan gedung akan terdiri atas 20 lantai dengan 703 unit. Rinciannya, 513 unit Tipe 36 seharga Rp320 juta dan 190 unit Tipe 21 seharga per Rp185 juta. Pembelinya harus warga ber-KTP DKI dan berpenghasilan di bawah Rp7 juta.

Meskipun telah ditentukan harganya, tapi mekanisme cicilan untuk pembelian Rumah DP Nol Rupiah tersebut belum bisa dijelaskan. Untuk hal itu, akan diatur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang akan segera dibentuk.

Baca juga: Apa Sih Beda Rusunami Anies dengan Rusunawa Ahok?

Perihal proyek Pondok Kelapa Village yang mangkrak, Sandiaga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mengakuisisi atau bay out lahan proyek yang mangkrak yang berada di sebelah lokasi pembangunan Rumah DP Nol Rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Menurut Sandiaga, lahan itu nantinya digunakan untuk membangun rumah dengan harga terjangkau. “Kami akan memberikan dorongan buat Sarana Jaya untuk memfasilitasi konsep mungkin buy out, 1,5 hektare-nya kami ambil alih, kami kelola, dan kami bangun lagi perumahan untuk warga dengan harga terjangkau,” kata Sandiaga seperti dikutip Kompas.com, Senin (22/1/2018).

Baca juga: Rusun, Rusunawa, Rusunami, Bedanya Apa Sih?

Sandiaga menjelaskan bahwa lahan yang mangkrak itu merupakan proyek kerja sama antara PD Pembangunan Sarana Jaya (BUMD DKI Jakarta) dan pengembang swasta (PT Gemilang Usaha Terbilang).

Pemprov DKI memiliki opsi buy out karena pengembang tersebut tidak bisa merealisasikan proyeknya. “Kami akan memberikan opsi buy out kepada pengembang yang boleh dikatakan lama sekali merealisasikan pembangunannya dan sudah menerima uang muka dari consumer. Jadi, itu kan merugikan sekali,” katanya.

Sandiaga menegaskan bahwa Rumah DP Nol Rupiah bukan dibangun di lahan proyek mangkrak tersebut, melainkan di lahan seluas 1,4 hektare yang berada di sebelahnya.

Jadi, sudah paham kan kamu? Beda antara Klapa Village dan Pondok Kelapa Village?

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me