Gaya Hidup Berbagi Milenial Berkembang Cepat di Asia

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Generasi milenial di Asia saat ini tak cuma berbagi dalam ruang kerja dan transportasi, tetapi mulai beralih juga berbagi tempat tinggal atau collaboration living alias co-living. Co-living mengakomodasi kebutuhan kaum muda untuk memiliki tempat tinggal dengan berbagi bersama penghuni lainnya yang memiliki kesamaan gaya hidup.

Co-living: Gaya hidup berbagi generasi milenial untuk mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal yang lebih terjangkau. Ilustrasi: show unit apartemen tipe kecil di Evenciio Margonda (Kota Depok, Jawa Barat) yang diisi dua tempat tidur. (Foto: HousingEstate/Susilo Waluyo)

Co-living: Gaya hidup berbagi generasi milenial untuk mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal yang lebih terjangkau. Ilustrasi: show unit apartemen tipe kecil di Evenciio Margonda (Kota Depok, Jawa Barat) yang diisi dua tempat tidur. (Foto: HousingEstate/Susilo Waluyo)

Laporan konsultan real estate Jones Lang LaSalle berjudul “Bridging the Housing Gap” mengungkapkan, co-living memperoleh daya tarik di Asia terutama di Hong Kong dan China. Berbagi tempat tinggal antara pelajar dan profesional muda sudah sangat populer di banyak negara.

Yang membedakan co-living adalah pengelolaannya dilakukan secara profesional. Sebagian besar pengelola mengutamakan pelayanan dengan aspek komunitas seperti kelas yoga, pemutaran film, makanan dan minuman gratis, hingga acara networking dengan pembicara tamu dan workshop yang disesuaikan dengan masing-masing ketertarikan dan minat para penghuninya.

“Bagi mereka yang belum mampu membeli rumah sendiri, kehadiran co-living menawarkan solusi yang terjangkau. Selain itu komunitas masyarakat juga tertarik dengan skema co-living  yang berpotensi memperbaiki kesejahteraan penghuni secara keseluruhan,” kata Denis Ma, Head of Research JLL Hong Kong, melalui siaran pers kepada housing-estate.com, Selasa (22/1/2018).

Di China konsep co-living dimulai oleh YOU+ International Youth Community, disusul pengelola lain yang muncul tahun 2012. Pada akhir tahun 2016 terdapat hampir 90 pengelola di seluruh China.

Vanke Port apartment adalah salah satu pengelola terbesar di China, yang memiliki lebih dari 60.000 unit. Sementara YOU+ mengoperasikan 16 properti, Mofang sekitar 15.000 unit, ZiRoom mengoperasikan tujuh properti dan Coming Space mengelola 10.000 unit.

“Permintaan generasi milenial untuk co-living sangat besar di China. Dalam lima tahun terakhir terdapat 43 juta mahasiswa yang baru lulus kuliah. Dengan tingginya harga perumahan di China, dibutuhkan waktu setidaknya tiga sampai lima tahun bagi mereka untuk bisa membeli rumah sendiri. Itu berarti mereka harus menyewa atau mencari alternatif tempat tinggal jangka pendek,” jelas Joe Zhou, Head of Research, JLL China.

Terinspirasi oleh fenomena co-working, beberapa pengelola telah membawa pekerjaan dan gaya hidup ke dalam satu tempat. Misalnya, di India, saat ini terdapat empat perusahaan rintisan (start-up) yang memiliki fokus pada co-living di Gurgaon dan dua yang berbasis di Bengaluru.

Sementara di Singapura, Aurum Investments, anak perusahaan co-working space Collision8, telah berinvestasi di sebuah startup co-living baru bernama Hmlet. Ada juga start-up 5Lmeet yang berbasis di Beijing yang tidak hanya bergerak dalam berbagi akomodasi , tapi juga menawarkan penghuninya sebuah kantor terbuka serta fasilitas lain seperti restoran, tempat olahraga dan ruang acara.

Laporan tersebut juga menyebutkan, pasar co-living terbukti menarik bagi para investor dan pemilik properti terutama di sektor perhotelan. Bujet dan butik hotel adalah salah satu jenis properti pertama yang diubah menjadi co-living space dikarenakan ukuran unit dan tim operasinya yang serupa.

Namun, menurut Zhou, untuk mengubah properti lain menjadi co-living harus melewati proses hukum dan perencanaan yang rumit sehingga akan membutuhkan waktu dan biaya. Pertimbangan lainnya adalah daya tahan dan keusangan.

Banyak rumah co-living baru yang menyediakan desain interior yang modern, hal  yang membuat para penghuni tertarik. Apakah ruang bersama ini dapat mempertahankan daya tarik mereka setelah beberapa tahun? Hal itu akan tergantung pada seberapa banyak pengelola berinvestasi dalam perawatannya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me