Pengen Tahu Ga Rumah Anti-Gempa Tuh Kayak Apa?

Big Banner
Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin). Foto: Rumah123/puskim.pu.go.id

 

Gempa tuh emang bisa bikin heboh! Ya gimana ga? Kalau kamu sedang berada di lantai 37 sebuah gedung lantas lantainya bergetar dan benda-benda yang bergelantungan bergoyang-goyang, yaaa… ngeper juga dong!

Kalau kamu kepikir ada ga rumah atau hunian yang anti-gempa, jawabannya ada. Kawasan rawan gempa biasanya punya rumah atau bangunan yang berstandar kontruksi anti-gempa. Nah, ternyata Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki standar konstruksi bangunan anti-gempa.

Baca juga: Rumah Layak Huni dengan Teknologi RISHA 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan PUPR, Danis Sumadilaga, mengatakan, pihaknya sudah membangun rumah anti-gempa di kawasan berpotensi gempa tinggi, di antaranya kawasan Nusa Tenggara Timur dan Aceh.

“Misalnya sekarang di Aceh Pidie Jaya, kita sudah punya. Misalnya bikin fondasinya dibuat khusus, ukurannya bagaimana, pasang besinya cara menyambungkannya seperti apa, selain Pidie Jaya juga kita ada di NTT Sinabung,” kata Danis, seperti dikutip finance.detik.com, Selasa (23/1/2018).

Baca juga: Ini Dia, Rumah Tahan Gempa dengan Rusuk Segitiga! 

Pernah dengar Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin)? Rumah ini merupakan pengembangan dari desain komponen Rumah Instan Sederhana (Risha). Keunggulan teknologinya yakni memasangnya sangat cepat ketimbang rumah konvensional. Teknologinya juga mudah diaplikasikan oleh masyarakat melalui sistem bongkar-pasang. Teknologi tersebut cocok diterapkan di hampir seluruh wilayah Indonesia khususnya di daerah rawan gempa.

Mau tahu harganya? Kira-kira Rp17,25 juta  per unit T 36 franco Bandung (2017) atau lebih murah Rp3 juta daripada rumah T 36 konvensional. Proses perakitannya selama 3 hari dengan 4 pekerja.

Baca jugaAda Rumah Tahan Gempa dari China, Kayaknya Cocok Buat di Indonesia Nih

Menurut Danis, berdasarkan data ada sekitar 295 titik rawan gempa yang tersebar di seluruh Indonesia. 100 titik di kawasan Timur, 20 titik di kawasan Jawa, sebagian ada di kawasan Sumatera. Kalimantan dikatakannya aman dari gempa. Pada 2010 disinylair hanya ada 81 potensi bahaya. Berarti saat ini di Indonesia mengalami kenaikan potensi bahaya gempa, sehingga kita perlu mengantisipasinya lho!

“Artinya, kita menyadari memiliki risiko gempa yang cukup besar. Makin tinggi risikonya menggambarkan betapa besar pengaruh gempa. Konstruksi bangunan tinggi standar nasional, namun sementara baru mengacu pada peta hazart tahun 2010. Untuk 2017 sedang kami kerjakan updating standar gempa yang baru,” kata Danis.

Kalau kamu tinggal di daerah rawan gempa, boleh juga tuh mengantisipasinya dengan Ruspin dan Risha.

 

Rumah Instan Sederhana (Risha). Foto: Rumah123/Litbang.pu.go.id

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me