Jangan Dipaksakan, Warga DKI Bergaji Rp4,5 juta ke Bawah Cocoknya Ya Rusunawa!

Big Banner

 

Rusunawa Rawa Bebek, hunian bagi warga DKI Jakarta berpenghasilan rendah. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

  

Rumah DP Nol Rupiah program Anies-Sandi masih jadi topik perbincangan “hot”. Meski program tersebut diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bergaji maksimum Rp7 juta, namun tak menyentuh mereka yang bergaji di bawah UMP DKI Jakarta, yakni Rp3,6juta.

Pengamat properti dan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda berpendapat bahwa rumah susun sederhana milik (Rusunami) tak cocok untuk menjawab kebutuhan hunian bagi warga Jakarta, khususnya masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 4,5 juta per bulan.

Baca juga: Apa Sih Beda Rusunami Anies dengan Rusunawa Ahok? 

Harga Rumah DP Nol Rupiah yang ditawarkan Anies-Sandi yakni Rp185 juta-Rp320 juta, meskipun tanpa DP namun cicilannya yang berkisar Rp1,5 juta-Rp2,5 juta per bulan tak akan mampu dibayar warga yang bergaji di bawah Rp4,5 juta. Menurut Ali, pilihan yang lebih tepat buat mereka ini adalah rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), bukan rumah susun sederhana milik (Rusunami).

“Tidak bisa dipaksakan juga MBR beli rumah karena daya belinya enggak ada. Artinya, solusinya mau enggak mau ya Rusunawa atau sewa. Itu yang terjadi di kota-kota besar, di negara lain pun seperti itu. Tidak semua bisa membeli. Tapi, ketika dia mau bekerja di Jakarta, maka mesti disediakan hunian meskipun itu sewa,” katanya seperti dikutip detikFinance, Selasa (23/1/2018).

Baca juga: Bermimpi Taman Ria Senayan Disulap Jadi Lokasi Rusunawa Seperti Rawa Bebek 

“Artinya, kalau masyarakat yang berpenghasilan Rp4,5 juta ke bawah itu tidak bisa memiliki hunian, itu tidak bisa dipaksakan dengan subsidi karena itu akan membebani APBD. Yang bisa dilakukan kalau tidak bisa membeli, mau tidak mau dia sewa,” kata Ali.

Masyarakat pekerja formal dengan penghasilan Rp4,5 juta ke bawah, menurut Ali, kelompok masyarakat yang belum mendapatkan bantuan penyediaan perumahan dari pemerintah. Padahal, potensi kelompok ini cukup banyak di Jakarta.

Baca juga: Rusun, Rusunawa, Rusunami, Bedanya Apa Sih? 

Perlu diadakan program penyediaan Rusunawa untuk pekerja formal dengan kategori berpenghasilan Rp4 juta ke bawah yang bisa membayar biaya sewa Rp300-500 ribu per bulan. Hal ini bisa diwujudkan dengan membangun Rusunawa di tanah milik Pemda.

“Kalau kos-kosan saja, Rp300-500 ribu itu bisa per bulannya. Jadi, yang kita sasar itu kaum pekerja Jakarta yang enggak bisa beli rumah, tapi bisa membayar Rp300, Rp500, Rp750 ribu per bulannya, itu ada,” kata Ali.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me