Harga Apartemen di Dubai Makin Terjangkau

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sempat masuk kelompok kota-kota dunia yang berbiaya mahal untuk dihuni, setahun terakhir harga rumah di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), makin terjangkau. Menurut riset “Affordable Housing Institutes”, 82 persen transaksi tahun 2017 adalah rumah berharga hingga 2 juta dirham UEA atau sekitar Rp7,24 miliar, di mana hampir setengahnya  (47 persen) berharga 1 juta dirham UEA (Rp3,6 miliar). Dari transaksi tersebut, 85 persen berupa apartemen sebagai pilihan tipe rumah yang paling rasional dari warga yang sangat mempertimbangkan harga.

Apartemen di Downtown Dubai. (Foto: Propsearch)

Apartemen di Downtown Dubai. (Foto: Propsearch)

“Dubai kini lebih terjangkau dan banyak orang bisa tinggal di sini. Kami juga melihat bahwa banyak orang dari daerah lain di wilayah ini kembali ke Dubai,” kata Mahmoud Al Burai, CEO Real Estate Institute Dubai.  Menggunakan istilah reverse migration, menurut Al Burai, banyak orang kembali datang dan mau berinvestasi lagi di Dubai.

Al Burai juga menyatakan bahwa harga properti dan tarif sewa di Dubai pada tahun ini akan turun. Namun, dirinya menilai itu sebagai hal positif karena dengan demikian justru banyak orang mau kembali ke Dubai.

Mengutip data  konsultan properti Cavendish Maxwell, tahun lalu harga apartemen, vila dan townhouse turun dua persen. Untuk apartemen penurunan terbesar tercatat di daerah downtown (pusat kota) dekat Burj Khalifa yang mencapai 3,5 persen. Adapun untuk vila dan townhouse penurunan paling drastis terjadi di Jumeirah Islands, sebesar 3,2 persen.

Sementara untuk tarif sewa pada tahun lalu merosot sampai empat persen. Yang paling tajam penurunannya terjadi di kawasan the Green & Views yang berada di distrik Al Thanyya, hingga 5,8 persen.

Tahun 2008 banyak orang tak lagi percaya membeli properti yang masih berbentuk gambar. Maklum saat itu krisis keuangan global juga menghantam UEA yang mengakibatkan banyak pengembang di sana wanprestasi. Tapi tahun lalu kondisi mulai berbalik. Properti yang ditawarkan meski baru rencana sudah diminati dan banyak orang mau berinvestasi.

“Itu tanda mereka kembali percaya pada pemerintah Dubai dan sektor real estat di sini,” jelas Al Burai, seraya menambahkan kalau hal itu juga menunjukkan bahwa ekonomi Dubai terus tumbuh.“Realestat adalah investasi jangka panjang dan kultur itu yang kami ingin promosikan di kota ini,” imbuhnya. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa pasar semakin dewasa dan liat terhadap perubahan.

Hal senada dinyatakan Jonathan Brown dari Cavendish Maxwell, yang menilai penurunan harga dan tarif sewa itu justru menunjukkan pasar realestat UEA makin dewasa. “Ketidakstabilan pasar makin rendah, dan investor kini sudah mau menerima yield yang lebih rendah,” katanya. Besaran yield yang masih bisa diterima saat ini berkisar 6-8 persen. Dengan demikian, tegas Maxwell, risiko juga makin rendah dan orang makin percaya proyeksi jangka panjang Dubai.

Selain itu konsumen dan pengembang kini juga makin perhatian terhadap kualitas realestat. “Kini kualitas adalah yang menjadi pembeda dan pengembang bersaing pada hal tersebut dengan menawarkan produk terbaiknya,” ujar Al Burai.  Pasar juga makin realistis di mana pengembang lebih fleksibel dalam skema pembayarannya.

Para konsultan itu optimistis kalau tahun-tahun mendatang pasar realestat Dubai akan lebih baik dan tahun ini menjadi titik baliknya. Apalagi akan ada World Expo 2020, gelaran berkelas dunia yang baru pertama diadakan di Jazirah Arab yang akan berlangsung selama enam bulan.

“Sentimen pasar menunjukkan bahwa saat ini harga sudah di posisi terendah dan akan naik menjelang Expo 2020,” kata Lukman Hajje, Propertyfinder Group chief commercial officer. Hajje juga melihat bahwa pasar akan banyak dipenuhi produk berharga terjangkau di mana saat booming dulu, pasok atas produk ini sangat kurang.

Sumber: Arabian Business

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me