Koridor MT Haryono-Cawang Makin Naik Daun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Harga tanah di sejumlah area di Jakarta mengalami kenaikan lebih baik dibanding tahun lalu selama setahun terakhir kendati pasar properti masih lesu. Kenaikan paling tinggi terjadi di wilayah Jakarta Timur, terutama di koridor MT Haryono-Cawang yang dilintasi kereta ringan atau light rail transit (LRT) Cawang Dukuh Atas dan kereta cepat Jakarta-Bandung selain busway (sudah lama beroperasi), yaitu sebesar 2,35 persen.

Suasana pembangunan jalur kereta ringan atau light rail transit (LRT) Cawang-Dukuh Atas di kawasan Cawang, Jakarta Timur. (Foto: Dok. Majalah HousingEstate)

Suasana pembangunan jalur kereta ringan atau light rail transit (LRT) Cawang-Dukuh Atas di kawasan Cawang, Jakarta Timur. (Foto: Dok. Majalah HousingEstate)

“Itu salah satu indikasi pasar properti bakal naik lagi karena sebelumnya kenaikannya nggak sampai satu persen,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (25/1/2018), usai menjadi pembicara diskusi Ready to Take Off yang digelar Synthesis Development di Synthesis Square, Jl Jenderal Gatot Subroto (terusan Jl MT Haryono), Jakarta Selatan.

Saat ini Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di kawasan berkisar antara Rp30-40 juta/m2, dengan penawaran dari pemilik lahan (asking price) di pasar Rp60-70 juta.

Menurut Ali, koridor MT.Haryono-Cawang akan menjadi area perluasan segitiga pusat bisnis atau central business distric (CBD) Sudirman-Thamrin-Kuningan-Gatot Subroto, karena paling dekat dan terkoneksi langsung, selain menjadi hub berbagai moda transportasi massal termasuk jalan tol layang Jakarta-Cikampek dan jalan tol radial Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu).

“Ke depan (menyusul kian langkanya stok tanah dan padatnya populasi kota),  hunian dengan konsep transit oriented development (TOD) atau terintegrasi transportasi publik akan naik daun. Karena itu pembangunan proyek properti terpadu dengan konsep TOD itu ramai di koridor tersebut terutama oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara),” tutur Ali sembari menambahkan, hunian yang lebih dekat dengan CBD memiliki prospek lebih cerah ketimbang yang hanya menumpuk di satu lokasi.

Ia menyebutkan, di Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, dan Jatinegara di kawasan Cawang, saat ini sedikitnya dikembangkan empat proyek apartemen menengah. Tapi, informasi mutakhir, salah satu BUMN merilis apartemen menengah atas di kawasan yang sama seharga Rp38 juta per meter persegi (m2).

Makin naik daunnya koridor MT Haryono-Cawang juga berdampak ke Jl Gatot Subroto, karena bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif namun lebih dekat ke kawasan segitiga emas Jakarta.

Salah satu contohnya proyek terpadu (mixed use) Syhnthesis Square (1,6 ha) di Jl Gatot Subroto yang menggabungkan apartemen dengan perkantoran, pusat ritel dan hotel. Salah satunya apartemen bisnis Samara Suites (292 unit) yang menggabungkan apartemen konvensional dengan apartemen servis sudah sejak dua tahun lalu dipasarkan.

Dengan konsep itu penghuni bisa tinggal di apartemen dengan pelayanan baik di hotel bintang lima, bisa juga menyewakannya melalui manajemen pengelola apartemen. Samara Suites menyediakan fasilitas co-working space, business center, dan meeting room selain kolam renang, fitness center, barbeque area, coffee shop, reflection garden, sauna, dan convenience store.

Tipe unitnya 1-3 kamar tidur (KT) berukuran 43-169 m2 seharga Rp37-38 juta/m2. “Saat ini masih ada 36 unit,” kata Direktur Utama Synthesis Square Julius Warouw yang juga menjadi pembicara diskusi.

Sebaliknya wilayah Jakarta Barat dan Utara yang sebelumnya menjadi lokasi primadona pengembangan properti, saat ini kenaikan harganya tertinggal karena selama 2010–2013 kenaikan harganya sudah gila-gilaan. “Dulu barat naik signifikan karena ada delapan akses tol menuju ke sana. Sekarang pembangunan infrastruktur yang massif bergeser ke arah timur dan selatan, makanya propertinya lebih tumbuh dibanding kawasan lain,” tutur Ali.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me